Jangan Tunda Lagi, Pahami Panduan Menangani Kondisi Gawat Darurat dari Sekarang
Kamis, 01 Desember 2022 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Dr Alvin Saputra dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengatakan, ketika seseorang merasakan panic attack, biasanya napasnya menjadi tidak teratur seperti sesak napas. Cara penanganannya adalah mencari tempat yang nyaman. Setelah itu, atur pernapasan dengan cara menarik dan mengeluarkan napas secara perlahan dan teratur.
Pentingnya bernapas secara teratur saat keadaan darurat pernah dialami oleh Hatim Varabi, Wakil Redaktur Pelaksana Koran SINDO. Sebagai jurnalis, Hatim pernah berada dalam kondisi mencekam, misalnya ketika terjadi peristiwa bom BEJ beberapa tahun lalu. Ketika situasi penuh kepanikan seperti itu, Hatim mengakui bahwa mengatur napas sangatlah membantu.
Selanjutnya, dr Alvin menjelaskan bahwa pemberian teh hangat dan pemberian kayu putih juga bisa membantu dalam penanganan kegawatdaruratan. Hal tersebut umumnya dapat membantu untuk menenangkan diri.
Salah satu hal yang dahulu kerap dilakukan untuk membantu orang dalam kondisi gawat darurat adalah pemberian napas buatan. Namun pemberian napas buatan melalui mulut kini sudah tidak boleh dilakukan lagi. Terlebih sejak pandemi Covid-19. Sebab, salah satu konsep dalam emergensi adalah safety first, yakni keamanan bagi penolongnya.
Lantas, bagaimana langkah-langkah menolong orang dalam kondisi gawat darurat? Sebelum mempraktikkan pemberian napas dengan pijat jantung, dr Alvin memberikan beberapa panduan yang harus terlebih dulu dilakukan dalam menolong orang yang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba. Pertama, sediakan ruang untuk menolong, usahakan agar orang-orang tidak mengerumuni pasien. Lalu, cek respons dengan menepuk kedua bahu pasien dengan keras dan tanyakan apakah dia mendengar suara kita. Selama 5 detik, lihat apakah pasien masih bernapas atau tidak.
Pentingnya bernapas secara teratur saat keadaan darurat pernah dialami oleh Hatim Varabi, Wakil Redaktur Pelaksana Koran SINDO. Sebagai jurnalis, Hatim pernah berada dalam kondisi mencekam, misalnya ketika terjadi peristiwa bom BEJ beberapa tahun lalu. Ketika situasi penuh kepanikan seperti itu, Hatim mengakui bahwa mengatur napas sangatlah membantu.
Selanjutnya, dr Alvin menjelaskan bahwa pemberian teh hangat dan pemberian kayu putih juga bisa membantu dalam penanganan kegawatdaruratan. Hal tersebut umumnya dapat membantu untuk menenangkan diri.
Salah satu hal yang dahulu kerap dilakukan untuk membantu orang dalam kondisi gawat darurat adalah pemberian napas buatan. Namun pemberian napas buatan melalui mulut kini sudah tidak boleh dilakukan lagi. Terlebih sejak pandemi Covid-19. Sebab, salah satu konsep dalam emergensi adalah safety first, yakni keamanan bagi penolongnya.
Lantas, bagaimana langkah-langkah menolong orang dalam kondisi gawat darurat? Sebelum mempraktikkan pemberian napas dengan pijat jantung, dr Alvin memberikan beberapa panduan yang harus terlebih dulu dilakukan dalam menolong orang yang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba. Pertama, sediakan ruang untuk menolong, usahakan agar orang-orang tidak mengerumuni pasien. Lalu, cek respons dengan menepuk kedua bahu pasien dengan keras dan tanyakan apakah dia mendengar suara kita. Selama 5 detik, lihat apakah pasien masih bernapas atau tidak.
Lihat Juga :