Masih Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya Nikotin dan TAR
Jum'at, 02 Desember 2022 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan TAR, menurut Shoim, merupakan partikel kimia yang dihasilkan dari rokok yang dibakar. Partikel ini terdiri dari ribuan senyawa kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker.
Apabila dibandingkan dengan nikotin, kandungan TAR dalam rokok yang dibakar bersifat racun dan bisa memengaruhi kinerja organ dalam tubuh, seperti paru-paru dan jantung.
Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.
"Sebagai antisipasi, perokok aktif bisa mengurangi bahaya TAR dengan beralih ke produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau produk tembakau yang dipanaskan. Tidak ada proses pembakaran dan TAR pada produk tersebut, karena hanya dipanaskan serta menghasilkan uap air (aerosol)," ungkap dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.
Dia pun menambahkan bahwa menurut berbagai penelitian berbasis profil risiko, produk tembakau yang dipanaskan mampu meminimalisasi risiko kesehatan dibandingkan rokok berkat penerapan sistem pemanasan dalam penggunaannya. Produk ini memiliki profil risiko 90% lebih rendah daripada rokok.
Apabila dibandingkan dengan nikotin, kandungan TAR dalam rokok yang dibakar bersifat racun dan bisa memengaruhi kinerja organ dalam tubuh, seperti paru-paru dan jantung.
Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.
"Sebagai antisipasi, perokok aktif bisa mengurangi bahaya TAR dengan beralih ke produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik atau produk tembakau yang dipanaskan. Tidak ada proses pembakaran dan TAR pada produk tersebut, karena hanya dipanaskan serta menghasilkan uap air (aerosol)," ungkap dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut.
Dia pun menambahkan bahwa menurut berbagai penelitian berbasis profil risiko, produk tembakau yang dipanaskan mampu meminimalisasi risiko kesehatan dibandingkan rokok berkat penerapan sistem pemanasan dalam penggunaannya. Produk ini memiliki profil risiko 90% lebih rendah daripada rokok.
Lihat Juga :