Kaya Protein, Hanjeli Bisa Jadi Pangan Alternatif Pengganti Beras

Minggu, 04 Desember 2022 - 18:47 WIB
loading...
Kaya Protein, Hanjeli...
Dalam 100 gram hanjeli terdapat karbohidrat sebanyak 76,4%, protein 14,1%, lemak nabati 7,9%, dan kalsium sebesar 54 miligram. / Foto: Tangkapan Layar YouTube Buletin iNews
A A A
JAKARTA - Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ketergantungan masyarakat terhadap beras begitu tinggi, dan dinilai bisa membahayakan ketahanan pangan.

Sejumlah pihak pun mencoba memperkenalkan beraneka komoditas lokal pengganti beras. Bahkan, komoditas-komoditas tersebut telah diteliti dan memiliki kandungan yang lebih baik ketimbang beras.

"Ketergantungan terhadap beras di Indonesia itu sangat berat. Dalam beberapa tahun terakhir sudah turun dari 134 kg per kapita per tahun menjadi 110 kg per kapita per tahun," ungkap Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Tati Nurmala dalam webinar 'Pendayagunaan Potensi Hanjeli sebagai Bahan Diversifikasi Pangan Alternatif yang Sangat Prospektif di Pasar Global', belum lama ini.

Baca juga: 6 Makanan Meningkatkan Daya Ingat dan Kinerja Otak, Nomor Terakhir Paling Mudah Didapat

"Sebaiknya kita tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja. Karena itulah waktunya kita dorong hanjeli menjadi pangan alternatif pengganti beras," lanjut dia.

Tati pun membeberkan hasil penelitiannya, bahwa dalam 100 gram hanjeli terdapat karbohidrat sebanyak 76,4%, protein 14,1%, lemak nabati 7,9%, dan kalsium sebesar 54 miligram.

"Kandungan protein pada hanjeli mencapai 8,8%, dan kalsium 18 miligram, lebih tinggi dari beras," imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Tati juga menerangkan bahwa indeks glikemik hanjeli tergolong rendah, yaitu 50 ke bawah. Kandungan karbohidrat pada hanjeli juga lebih rendah daripada beras, yakni 87,7%. Menurutnya, itu cocok buat penderita diabetes atau seseorang yang tengah menjalani program diet atau menghindari beras.

"Hanjeli bisa dijadikan sebagai pangan fungsional pengganti beras. Apalagi hanjeli tidak butuh pasokan air sebanyak padi. Kadar kalsiumnya juga tinggi sekali, bisa untuk mengendalikan osteoporosis," terangnya.

Menariknya lagi, tutur Tati, hanjeli bukan hanya jadi bahan pangan dan obat, tetapi juga bisa membantu konservasi lahan. Akarnya dapat menetralkan tanah.

Lebih lanjut, Tati mengutarakan bahwa di China, hanjeli disimpan di atas kain sutra dalam stoples. Biji hanjeli terpajang di etalase. Bukan tidak mungkin, hanjeli bakal dipuja kelak. "Di supermarket dijual di tempat herbal, harganya di atas Rp100.000/kg," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa mendorong pangan lokal selain beras ini sejalan dengan ajakannya. Dia meminta masyarakat agar bisa mengonsumsi sumber karbohidrat berbasis lokal yang juga mengenyangkan.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mendukung diversifikasi pangan. Menurut Syahrul, masyarakat Indonesia masih memegang prinsip 'belum kenyang apabila belum makan nasi'. Dan prinsip itu harus dikikis.

Baca juga: 5 Manfaat Hati Sapi Bagi Kesehatan, Kenali Juga Risikonya sebelum Dikonsumsi

"Diversifikasi pangan menjadi pilihan. Seseorang bisa kenyang tidak hanya dengan beras. Aneka pangan lokal bisa menjadi pilihan," tuntasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Menkes Budi Gunadi Imbau...
Menkes Budi Gunadi Imbau Kurangi Konsumsi Makanan Olahan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Waspada Kurma Israel...
Waspada Kurma Israel Ganti Kemasan! Ini Panduan Beli Kurma Agar Tak Tertipu
Ini yang Terjadi pada...
Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Tak Pernah Makan Sayuran
5 Makanan Sehat yang...
5 Makanan Sehat yang Sering Diremehkan, Murah dan Kaya Nutrisi
Makan Sayur Kok Malah...
Makan Sayur Kok Malah Gemuk? Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
Pasar Pet Food Premium...
Pasar Pet Food Premium Tumbuh, Bio Cat Bidik Pemilik Anabul
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved