Tetap Aktif Secara Fisik Dapat Menurunkan Risiko Kematian hingga 30%
Jum'at, 10 Juli 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti juga melihat catatan kematian nasional untuk mengidentifikasi berapa banyak dari orang-orang ini telah meninggal pada akhir tahun 2015. Hasil penelitian pun menunjukkan, bahwa dibandingkan orang yang tidak memenuhi tingkat aktivitas yang disarankan, orang yang terlibat dalam aktivitas aerobik yang cukup, 29% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena sebab apa pun.
Mereka yang memenuhi tingkat aktivitas penguatan otot yang direkomendasikan memiliki risiko 11% lebih rendah meninggal karena sebab apa pun. Selain itu, orang yang memenuhi rekomendasi untuk aktivitas aerobik dan penguatan otot mencapai manfaat yang lebih besar yakni risiko kematian 40% lebih rendah dari penyebab apa pun.
"Hasilnya menunjukkan bahwa latihan aerobik atau latihan resistensi pada tingkat yang direkomendasikan bermanfaat. Namun, tampaknya kombinasi (dari keduanya) bahkan lebih bermanfaat dalam mengurangi kematian karena semua penyebab," jelas Jakicic. (Baca juga: Masyarakat Harus Tetap Waspada Potensi Penularan Covid-19 di Zona Hijau ).
Manfaat serupa diamati untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit saluran pernapasan bawah kronis. Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk sifat pengamatannya, yang berarti para peneliti tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat. Orang-orang juga melaporkan sendiri seberapa aktif mereka, yang tidak seakurat menggunakan monitor aktivitas (akselerometer).
Mereka yang memenuhi tingkat aktivitas penguatan otot yang direkomendasikan memiliki risiko 11% lebih rendah meninggal karena sebab apa pun. Selain itu, orang yang memenuhi rekomendasi untuk aktivitas aerobik dan penguatan otot mencapai manfaat yang lebih besar yakni risiko kematian 40% lebih rendah dari penyebab apa pun.
"Hasilnya menunjukkan bahwa latihan aerobik atau latihan resistensi pada tingkat yang direkomendasikan bermanfaat. Namun, tampaknya kombinasi (dari keduanya) bahkan lebih bermanfaat dalam mengurangi kematian karena semua penyebab," jelas Jakicic. (Baca juga: Masyarakat Harus Tetap Waspada Potensi Penularan Covid-19 di Zona Hijau ).
Manfaat serupa diamati untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit saluran pernapasan bawah kronis. Studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk sifat pengamatannya, yang berarti para peneliti tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat. Orang-orang juga melaporkan sendiri seberapa aktif mereka, yang tidak seakurat menggunakan monitor aktivitas (akselerometer).
(tdy)
Lihat Juga :