Pemuda Ini Hadirkan Buku untuk Bantu Calon Pelajar Indonesia di Australia
Jum'at, 30 Desember 2022 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, keunggulan lainnya adalah pelajar internasional dapat mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan para penutur aslinya. Menariknya, para pelajar Indonesia bisa bersekolah sambil bekerja di Australia.
Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam buku Sekolah Sambil Kerja di Australia karya Erick Octavian. Disebutkan bahwa pelajar asing yang bersekolah di negara tersebut bisa bekerja di waktu senggangnya hingga 20 jam per minggu.
Dalam hitungan kasar, pelajar yang bekerja sampingan di Australia bahkan bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 40 juta per bulan. Tak hanya itu, pelajar yang bersekolah di Australia juga bisa membangun bisnisnya di negara tersebut dengan menjadi wirausahawan.
Namun, apakah semudah itu? Lalu bagaimana cara dan syaratnya mengingat Australia terkenal sangat ketat dalam menerima pendatang dari negara lain? Kemudian bagaimana bisa survive di negara itu?
Erick Octavian pun menjawab semua pertanyaan itu melalui buku karyanya tersebut. "Kemudahan buku ini adalah ditulis dalam bahasa Indonesia dan berdasarkan pada pengalaman pribadi saya sendiri yang sudah tinggal di Australia sejak 2016," ujarnya dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam buku Sekolah Sambil Kerja di Australia karya Erick Octavian. Disebutkan bahwa pelajar asing yang bersekolah di negara tersebut bisa bekerja di waktu senggangnya hingga 20 jam per minggu.
Dalam hitungan kasar, pelajar yang bekerja sampingan di Australia bahkan bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 40 juta per bulan. Tak hanya itu, pelajar yang bersekolah di Australia juga bisa membangun bisnisnya di negara tersebut dengan menjadi wirausahawan.
Namun, apakah semudah itu? Lalu bagaimana cara dan syaratnya mengingat Australia terkenal sangat ketat dalam menerima pendatang dari negara lain? Kemudian bagaimana bisa survive di negara itu?
Erick Octavian pun menjawab semua pertanyaan itu melalui buku karyanya tersebut. "Kemudahan buku ini adalah ditulis dalam bahasa Indonesia dan berdasarkan pada pengalaman pribadi saya sendiri yang sudah tinggal di Australia sejak 2016," ujarnya dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Lihat Juga :