alexametrics

Chelsea Islan Ingin Di Balik 98 Jadi Film Pendidikan

loading...
Chelsea Islan Ingin Di Balik 98 Jadi Film Pendidikan
Chelsea Islan saat diwawancara Bev O'Connor dari ABC mengenai film Di Balik 98 yang diputar di Australia pekan lalu. (ABC)
A+ A-
SYDNEY - Chelsea Islan mengaku sangat senang bisa menjadi salah satu bintang film Di Balik 98. Apalagi, film ini baru-baru ini di-screening di ajang Indonesian Film Festival di Australia dan mendapatkan tanggapan yang baik.

Kepada Bev O'Connor dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) yang mewawancarainya, Chelsea menceritakan pengalamannya saat membintangi film itu. Duta Indonesian Film Festival juga mengungkapkan impiannya untuk bisa bermain di sebuah film produksi Hollywood.

Berperan sebagai Diana, seorang aktivis, di film Di Balik 98 yang dibesut Lukman Sardi itu memang menjadi tantangan tersendiri bagi Chelsea. Peristiwa demonstrasi besar itu terjadi ketika dia masih berusia 3 tahun. Agar lebih bisa mendalami perannya, Chelsea langsung melakukan riset dengan bertemu orang-orang yang pernah terlibat dalam peristiwa itu dan juga banyak membaca buku.

“Saya bertemu dengan eks demonstran dan aktivis 98. Saya berharap film ini bisa menjadi film pendidikan untuk semua orang, terutama generasi muda saat ini di Indonesia dan dunia,” papar Chelsea.

Ditanya tentang kesannya terhadap industri film Indonesia saat ini, Chelsea memaparkan, dia menilai saat ini industri film Indonesia sedang berkembang ke arah yang lebih baik dan dia sangat senang bisa bergabung dalam proses perkembangan itu dalam usia yang masih begitu muda. “Saya ingin membawa perubahan dalam film Indonesia. Saya ingin generasi muda dan generasi yang akan datang bisa belajar banyak dari film, baik tentang sejarah maupun kehidupan nyata,” papar gadis berusia 19 tahun itu.

Dalam pembukaan wawancara, ABC juga menilai bahwa industri film Indonesia telah berkembang pascatumbangnya rezim Suharto pada 1998. Selama 30 tahun, industri film di Indonesia menghadapi penyensoran oleh rezim berkuasa saat itu. “Industri film juga mengeksplorasi masa lalu yang sulit dan juga reformasi 1998, yang menjadi awal mula langkah Indonesia menuju demokrasi. Reformasi ini dieksplorasi dalam sebuah film terbaru berjudul Di Balik 98 yang di-screening di Indonesian Film Festival,” papar Bev.

Menurut Chelsea, generasi muda saat ini seharusnya berterima kasih kepada perjuangan para demonstran dan aktivis 98 yang membuat negara ini seperti sekarang. “Mereka tidak perlu berjuang, tidak perlu menghadapi insiden seperti itu. Orang-orang yang hidup pada 98 menghadapi masa-masa sulit. Saat itu mereka punya banyak impian dan harapan yang ingin mereka wujudkan. Tapi, karena situasi, mereka tidak bisa wujudkan itu,” ujar Chelsea.

Dara kelahiran Washington DC, 2 Juni 1995, ini juga mengungkapkan rasa salutnya kepada para demonstran dan aktivis 98 yang berhasil menggulingkan pemerintahan saat itu. “Mereka punya semangat juang yang lebih tinggi ketimbang generasi sekarang,” kata Chelsea.

Dia juga menilai apa yang terjadi pada Mei 1998 itu adalah sebuah tragedi. Chelsea banyak mengetahui peristiwa itu tak hanya dari bicara kepada mantan demonstran atau aktivis atau pun membaca buku. Dia juga pergi ke Trisakti, yang kini dijuluki Kampus Reformasi. Di sana, dia bertemu guru dan orang yang pernah bergabung dengan peristiwa itu dan merasakan semangat reformasi kala itu. Dia juga mengunjungi museum reformasi yang ada di kampus tersebut. Semua itu dia lakukan agar bisa total menjalani perannya dalam film produksi MNC Pictures tersebut. “Saya tidak hanya ngobrol dengan orang-orang di sana, riset atau survei. Saya juga pergi ke museum di sana dan melihat banyak benda-benda yang terkait erat dengan peristiwa itu,” tutur Chelsea.

Dalam wawancara itu, Bev juga menanyakan impian Chelsea ke depannya. “Lantas bagaimana jika suatu hari Anda ditawari bermain di film Hollywood? Sekarang kan banyak aktor Indonesia yang bermain di sana,” tanya Bev dalam wawancara itu.

Chelsea terlihat tersipu saat mendengar pertanyaan tersebut. “Salah satu impian saya adalah bisa berperan di film produksi Hollywood dan membawa nama Indonesia. Seperti sekarang, di sini bersama Anda, saya tidak bisa mendeskripsikan momen ini karena saya tidak pernah bermimpi diwawancara ABC. Saya berharap bisa membawa industri film Indonesia ke dunia,” pungkas Chelsea.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak