Mengubah Kelemahan Menjadi Keuntungan

Sabtu, 20 Juni 2015 - 10:54 WIB
Mengubah Kelemahan Menjadi...
Mengubah Kelemahan Menjadi Keuntungan
A A A
SEMUA orang memiliki kelemahan dalam beberapa hal. Sebut saja saat melamar kerja. Anda merasa memiliki sedikit pengalaman untuk posisi pekerjaan yang Anda inginkan.

Untuk sekadar menyegarkan pikiran Anda kembali, ada beberapa cara untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan Anda dan membuang jauh “bendera merah” sebagai tanda menyerah saat mencari kerja. Menurut laman Monster , ada empat kelemahan yang pada umumnya dimiliki para pencari kerja dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menanggulanginya.

Sedikit pengalaman

“Kelemahan terbesar yang paling banyak dilihat dari calon pelamar adalah sedikitnya pengalaman di lapangan,” kata Michelle Burke, pengawas pemasaran untuk WyckWyre. Namun, jika Anda memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki pengalaman untuk posisi yang dilamar, Anda bisa menggarisbawahi keterampilan dan sifat-sifat yang menunjukkan jika Anda dapat belajar dengan cepat.

“Kurangnya pengalaman bisa menjadi keuntungan tersendiri karena Anda selalu dapat melatih keterampilan, bukan hanya terkait kepribadian. Misalkan fokus pada pengalaman yang Anda miliki di beberapa kelompok, seperti di sekolah, dan lain-lainnya. Anda bisa memanfaatkan keuntungan ini untuk menunjukkan kemampuan Anda dalam keterampilan pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kate McKeon, CEO Prepwise, mengatakan kelemahan ini dapat muncul ketika seseorang berniat ingin mengubah arah kariernya. Namun, jangan lupa jika ini hanya tentang pertanyaan framing atau cara pandang saja. Dia memberi contoh saat dirinya bekerja dengan seseorang yang memiliki pengalaman kerja yang solid sebagai guru sekolah dasar, tetapi ingin bekerja di bidang keuangan dengan klien industri transportasi.

“Kami harus menjual kemampuan kuantitatif dan keterampilan yang sangat berbeda. Jika Anda benar-benar menggali pengalaman yang Anda miliki, maka akan selalu ada keterampilan yang bisa dibawa pulang. Semakin keterampilan ini dapat disesuaikan dengan perusahaan yang Anda lamar, maka hasilnya akan jauh lebih baik,” paparnya.

Kesenjangan sejarah kerja

Kelemahan ini dapat menjadi sedikit lebih sulit untuk diatur karena Anda harus segera mengisi kekosongan ketika proses pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengunduran terjadi. William Gutches dari Symbiosis Consulting menyarankan Anda harus legowo atau sukarela dan mengambil kelas untuk meningkatkan keterampilan sebagai cara untuk mengisi waktu kosong yang akan dilihat di resume Anda nantinya.

“Tidak ada seorang pun yang membaca resume Anda, tahu apakah Anda dibayar saat bekerja atau tidak, tapi fakta bahwa Anda terlibat dalam beberapa pekerjaan menunjukkan Anda bekerja di karier Anda, mengembangkan pengetahuan, dan keterampilan baru, dan memiliki energi untuk lebih dari satu titik fokus saja,” sebutnya.

Harapan kerja

Meskipun pencari kerja dan perusahaan banyak yang tidak terlalu berharap akan bekerja hingga pensiun bersama-sama, ternyata dengan cepat berpindah kerja ke tempat lain dapat membuat Anda terlihat seperti tidak serius untuk berkomitmen. Gutches merekomendasikan agar Anda tetap fokus pada membangun keterampilan yang kuat dan mendalam di kondisi yang sulit nantinya.

Ciara Pressler dari Pressler Collaborative merekomendasikan mengambil pembelajaran saat Anda menjadi freelancer dan menyoroti tema umum dari pekerjaan Anda. “Kelompokkan mereka di bawah judul umum (seperti ‘administrasi seni magang’) untuk membuat diri Anda terlihat dalam pekerjaan tersebut,” katanya.

Pertempuran yang lemah

Jika Anda menemukan kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang Anda idamidamkan, tapi merasa seperti keterampilan Anda tidak pas, Anda harus tetap mencobanya. Pressler mengatakan Anda bisa terus mencobanya sambil memfokuskan pada apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat hal ini berhasil. bekerja.

“Daripada menganggap Anda tidak cocok dengan apa yang mereka cari, Anda bisa membangun sebuah kondisi baru mengapa Anda adalah kandidat yang ideal untuk memecahkan masalah mereka. Resume adalah kesempatan Anda untuk memecah mengapa pengalaman profesional yang telah Anda lakukan hingga saat ini adalah relevan dan sangat berharga,” katanya.

Susi susanti
(ftr)
Berita Terkait
Mau Lancar Bicara saat...
Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya
5 Peluang Karier Menjanjikan...
5 Peluang Karier Menjanjikan buat Mahasiswa Jurusan Komputerisasi Akuntansi
5 Pekerjaan Sampingan...
5 Pekerjaan Sampingan yang Bisa Dicoba kalau Kamu Anak Kreatif
Talent Connect Bangun...
Talent Connect Bangun Talenta Siap Hadapi Tantangan Karier
Mau Berkarier dalam...
Mau Berkarier dalam Sektor Nonprofit? Ini Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu
7 Tips Jaga Keseimbangan...
7 Tips Jaga Keseimbangan antara Kehidupan Karier dan Personal
Berita Terkini
Ingin Gigi Terlihat...
Ingin Gigi Terlihat Rapi? Alasan Anda Perlu Pasang Behel di Damessa
4 jam yang lalu
Yura Yunita Beri Kejutan...
Yura Yunita Beri Kejutan di Java Jazz 2026, Bawakan Lagu yang Jarang Dinyanyikan
5 jam yang lalu
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
6 jam yang lalu
Manfaat Sunflower Oil...
Manfaat Sunflower Oil Organik untuk Perawatan Kulit Sehari-hari
6 jam yang lalu
Zara Adhisty Akhirnya...
Zara Adhisty Akhirnya Umumkan Pernikahan dengan Tsaqib
7 jam yang lalu
Hari Terakhir Java Jazz...
Hari Terakhir Java Jazz 2026 Pecah! Slank dan Daniel Caesar Bikin Penonton Membludak
7 jam yang lalu
Infografis
3 Pemain Timnas Indonesia...
3 Pemain Timnas Indonesia yang Menjadi Prajurit TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved