Waspada, Air Rendaman Batu Akik Jadi Sarang Nyamuk DBD

Senin, 06 Juli 2015 - 17:17 WIB
Waspada, Air Rendaman...
Waspada, Air Rendaman Batu Akik Jadi Sarang Nyamuk DBD
A A A
JAKARTA - Berhati-hatilah bagi Anda yang menyimpan batu akik dan merendamnya dengan air. Pasalnya, rendaman tersebut menjadi tempat berkembangnya nyamuk demam berdarah. Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Sindonews, sebagian rumah yang didatangi tim peneliti, ditemukan kaleng, panci atau ember kecil yang digunakan untuk merendam bongkahan batu akik. Dari rendaman tersebut, peneliti menemukan jentik nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan virus Dengue dan menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Jangan sampai 'demam' batu akik‎ kemudian malah menjadi penyebab terjadinya demam beneran akibat DBD," papar Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama.

Tjandra pun menyarankan agar tidak merendam bongkahan batu akik berhari-hari tanpa mengganti airnya.

"Sebaiknya jangan rendam bongkahan batu akik dalam air selama berhari-hari tanpa diganti airnya, karena jentik nyamuk juga ditemukan di sana. Kalau akan merendam batu akik, air rendamannya harus diganti setiap hari, atau dua kali sehari lebih bagus lagi," ujar dia.

Parahnya, 30—50% rumah yang dikunjungi juga mengandung jentik nyamuk. Bahkan tim peneliti menemukan jentik nyamuk di wadah yang menampung air dispenser. "Tampaknya, air yang turun dari keran dispenser sebagian jatuh ke bawah alas itu, didiamkan di situ oleh pemiliknya, dan tumbuhlah jentik nyamuk Aedes penular DBD," kata Tjandra.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menyikat dinding tempat air tersebut, seperti saat membersihkan bak mandi. “Yang kita lupakan adalah, bahwa walau bak sudah kosong, tapi di dinding bak sudah terlanjur ada telur nyamuk, dan bila bak diisi air maka telur akan menetas dan jadi nyamuk kembali,” pungkas dia.
(alv)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
6 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
6 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
7 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
8 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
8 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
9 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved