Bacterial Vaginosis Bisa Picu Kemandulan Seorang Wanita
Senin, 11 April 2016 - 13:25 WIB
Bacterial Vaginosis Bisa Picu Kemandulan Seorang Wanita
A
A
A
JAKARTA - Bacterial vaginosis atau infeksi yang terdapat pada Miss V, dipercaya bisa menyebabkan infertilitas. Biasanya, hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri dalam Miss V.
Dilansir dari Daily Mail, kondisi ini kerap ditemukan pada banyak wanita. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dari Arhus University, Denmark.
Para peneliti melibatkan 130 responden wanita yang tengah mengikuti program IVF atau bayi tabung. Peneliti mengambil vaginal swabs dari responden pada bulan April hingga Desember 2013.
Hasil penelitian ini pun menunjukan, 35% responden berhasil hamil. Sementara, 28% partisipan yang mengidap bacterial vaginosis hanya 9% yang berhasil hamil atau sekitar 11 orang. Sisanya, dinyatakan gagal.
"Kalau korelasi antara mikrobiota dan tingkat kehamilannya kuat, pasien sebaiknya menjalani screening dan diobati dulu sebelum akhirnya menjalani terapi," papar peneliti.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada peneliti yang menemukan kenapa wanita mengalami bacterial vaginosis. Biasanya, infeksi ini ditemukan pada wanita dengan pasangan seks baru, memiliki beberapa pasangan sekaligus dan kerap melakukan douching atau cuci Miss V.
Para peneliti pun menyarankan agar infeksi ini segera mendapatkan pengobatan. Pasalnya, hal ini bisa memicu penyakit menular seksual lainnya. Beberapa penyakit seksual seperti chlamydia dan gonorrhea atau kencing nanah diklaim bisa mengakibatkan infertilitas.
Dilansir dari Daily Mail, kondisi ini kerap ditemukan pada banyak wanita. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dari Arhus University, Denmark.
Para peneliti melibatkan 130 responden wanita yang tengah mengikuti program IVF atau bayi tabung. Peneliti mengambil vaginal swabs dari responden pada bulan April hingga Desember 2013.
Hasil penelitian ini pun menunjukan, 35% responden berhasil hamil. Sementara, 28% partisipan yang mengidap bacterial vaginosis hanya 9% yang berhasil hamil atau sekitar 11 orang. Sisanya, dinyatakan gagal.
"Kalau korelasi antara mikrobiota dan tingkat kehamilannya kuat, pasien sebaiknya menjalani screening dan diobati dulu sebelum akhirnya menjalani terapi," papar peneliti.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada peneliti yang menemukan kenapa wanita mengalami bacterial vaginosis. Biasanya, infeksi ini ditemukan pada wanita dengan pasangan seks baru, memiliki beberapa pasangan sekaligus dan kerap melakukan douching atau cuci Miss V.
Para peneliti pun menyarankan agar infeksi ini segera mendapatkan pengobatan. Pasalnya, hal ini bisa memicu penyakit menular seksual lainnya. Beberapa penyakit seksual seperti chlamydia dan gonorrhea atau kencing nanah diklaim bisa mengakibatkan infertilitas.
(alv)