Andien Kisahkan Perubahan Hidup di Album Metamorfosa
Rabu, 04 Oktober 2017 - 19:11 WIB
Andien Kisahkan Perubahan Hidup di Album Metamorfosa
A
A
A
JAKARTA - Para penggemar Andien kini boleh bersuka cita. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya sang bintang kembali menyapa para penggemarnya lewat album ke tujuhnya.
Bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Andien resmi merilis album ketujuhnya, Metamorfosa. Lewat album tersebut, para penggemar akan dimanjakan oleh suara khas sang idola, lewat 11 lagu yang mengisi album itu.
Dibanding album sebelumnya, album ketujuh dari Andien ini terasa begitu personal bagi sang artis. Senada dengan judulnya, album Metamorfosa ini menggambarkan perubahan kehidupan Andien mulai dari awal berkarir hingga saat ini, sudah menyandang peran sebagai ibu.
Proses pembuatan album yang diproduseri Nikita Dompas ini sudah dimulai ketika Andien mengandung empat bulan anak pertamanya, Anaku Askara Biru. Proses pembuatan album itu memakan waktu sekira satu tahun, mulai dari persiapan materi album hingga mastering. Album mulai didistribusikan dalam bentuk CD dan digital pada Oktober ini.
"Album ini membawa saya kembali ke warna musik saya di awal-awal karir, tentu saja dengan segala pendewasaan atas proses yang sudah saya jalani selama ini, baik di musik maupun luar musik. Juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup dan karir yang telah saya lalui sampai sekarang ini," kata Andien, saat peluncuran album Metamorfosa, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Ravu (4/10/2017).
"Saya banyak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan musik yang membuat album ini terasa berbeda dengan album sebelumnya. Selain berkolaborasi dengan banyak musisi, album ini juga kolaborasi saya dengan Kawa (panggilan anak Andien) yang sudah menemani sejak masih dalam kandungan," lanjut dia.
Sementara itu, Nikita Dompas selaku produser menilai, album Metamorfosa tersebut, benar-benar menggambarkan sosok Andien. "Selama 15 tahun bekerjasama dengan Andien, gua melihat Metamorfosa ini adalah album yang paling menggambarkan Andien, musik dan kehidupannya. Mulai dari pemilihan materi, musik, sampai musisi yang berkolaborasi di album ini, semuanya disesuaikan dengan style Andien yang sekarang ini, termasuk kebutuhan lagunya. Maka dari itu, beragam musisi dan pencipta lagu juga arangger terlibat di album ini. Album ini juga menjadi jawaban bagi para penggemar Andien yang merindukan warna musik Andien di 3 album awal," papar Nikita.
Sementara itu, album tersebut menjadi album kedua Andien yang digarap secara indie. Sebelumnya, pada 2000 lalu, Bisikan Hati juga hadir digarap Andien dengan cara Indie. Dalam video itu, ada dua lagu andalan dari Metamorfosa. Belahan Jantungku dan Indahnya Dunia, menjadi lagu andalan dari album ini.
Bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Andien resmi merilis album ketujuhnya, Metamorfosa. Lewat album tersebut, para penggemar akan dimanjakan oleh suara khas sang idola, lewat 11 lagu yang mengisi album itu.
Dibanding album sebelumnya, album ketujuh dari Andien ini terasa begitu personal bagi sang artis. Senada dengan judulnya, album Metamorfosa ini menggambarkan perubahan kehidupan Andien mulai dari awal berkarir hingga saat ini, sudah menyandang peran sebagai ibu.
Proses pembuatan album yang diproduseri Nikita Dompas ini sudah dimulai ketika Andien mengandung empat bulan anak pertamanya, Anaku Askara Biru. Proses pembuatan album itu memakan waktu sekira satu tahun, mulai dari persiapan materi album hingga mastering. Album mulai didistribusikan dalam bentuk CD dan digital pada Oktober ini.
"Album ini membawa saya kembali ke warna musik saya di awal-awal karir, tentu saja dengan segala pendewasaan atas proses yang sudah saya jalani selama ini, baik di musik maupun luar musik. Juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup dan karir yang telah saya lalui sampai sekarang ini," kata Andien, saat peluncuran album Metamorfosa, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Ravu (4/10/2017).
"Saya banyak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan musik yang membuat album ini terasa berbeda dengan album sebelumnya. Selain berkolaborasi dengan banyak musisi, album ini juga kolaborasi saya dengan Kawa (panggilan anak Andien) yang sudah menemani sejak masih dalam kandungan," lanjut dia.
Sementara itu, Nikita Dompas selaku produser menilai, album Metamorfosa tersebut, benar-benar menggambarkan sosok Andien. "Selama 15 tahun bekerjasama dengan Andien, gua melihat Metamorfosa ini adalah album yang paling menggambarkan Andien, musik dan kehidupannya. Mulai dari pemilihan materi, musik, sampai musisi yang berkolaborasi di album ini, semuanya disesuaikan dengan style Andien yang sekarang ini, termasuk kebutuhan lagunya. Maka dari itu, beragam musisi dan pencipta lagu juga arangger terlibat di album ini. Album ini juga menjadi jawaban bagi para penggemar Andien yang merindukan warna musik Andien di 3 album awal," papar Nikita.
Sementara itu, album tersebut menjadi album kedua Andien yang digarap secara indie. Sebelumnya, pada 2000 lalu, Bisikan Hati juga hadir digarap Andien dengan cara Indie. Dalam video itu, ada dua lagu andalan dari Metamorfosa. Belahan Jantungku dan Indahnya Dunia, menjadi lagu andalan dari album ini.
(alv)