Berwisata Sekaligus Memberdayakan Masyarakat

Minggu, 03 Desember 2017 - 12:41 WIB
Berwisata Sekaligus...
Berwisata Sekaligus Memberdayakan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Kawasan geopark belakangan populer menjadi destinasi wisata bagi para pelancong lokal ataupun mancanegara. Tidak hanya menghadirkan pemandangan alam yang menakjubkan dan atraksi yang memicu adrenalin, keberadaan geopark dapat meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan masyarakat setempat.

Indonesia terletak pada pertemuan antara tiga lempeng besar yang saling bertumbukan selama ratusan juta tahun yang lalu, yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudra Hindia-Australia, dan Lempeng Samudra Pasifik, sehingga dianugerahi keragaman geologi (geodiversity) yang unik dan memiliki potensi warisan geologi (geoheritage) yang besar. Suatu daerah atau kawasan yang memiliki geodiversity dan geoheritage sangat berpotensi untuk dijadikan taman bumi atau geopark.

Menurut Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO) geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka. Termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya, di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.

Saat ini, terdapat sekitar 120 kawasan UNESCO Global Geopark yang tersebar di 40 negara di dunia, termasuk dua di antaranya berada di Indonesia, yaitu Batur di Bali dan Gunung Sewu di Jawa Tengah. Tidak hanya dua geopark tersebut, di Tanah Air terdapat empat geopark yang masuk kategori geopark nasional, yaitu Toba di Sumatera Utara, Merangin di Jambi, Ciletuh-Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, dan Rinjani di Lombok. Selain itu, terdapat 40 geoheritage lainnya yang kini sedang dikembangkan menuju kawasan geopark nasional.

Data yang dihimpun oleh Tim Task Force RMGG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, pengunjung di seluruh kawasan geopark di Indonesia berjumlah 5.624.493 kunjungan domestik dan 642.000 mancanegara, dengan peredaran uang mencapai lebih dari Rp3,5 triliun. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman mengutarakan, penataan destinasi yang berbasis alam seperti geopark tentu diharapkan dapat menjaring lebih banyak wisatawan, baik itu lokal maupun mancanegara. Maka dari itu, pemerintah dengan dukungan sejumlah pihak terus menata kawasan tersebut melalui penyediaan 3A, yaitu atraksi, akses, dan amenitas.

Berwisata Sekaligus Memberdayakan Masyarakat

Geopark Batur, Bali. FOTO/IST

Geopark sebagai konsep manajemen pengembangan kawasan alam, lanjut dia, apabila ingin di jadikan destinasi pariwisata seyogianya dikemas menjadi tempat yang menarik untuk dilihat panoramanya (to see) dan pengunjung yang datang juga bisa melakukan suatu kegiatan menyenangkan (to do) yang diciptakan secara kreatif dan menarik serta berbasis pada upaya pelestarian nilai-nilai luhur kawasan tersebut.

Contohnya pengembangan penginapan tradisional (homestay), program pembelajaran atau edukasi, inovasi penciptaan cenderamata, obat-obatan herbal tradisional, pagelaran pertunjukan seni budaya setempat, hingga wisata kuliner. Menurut Dadang, akan lebih bagus lagi apabila akses menuju kawasan geopark mudah dijangkau, baik lewat transportasi udara, darat, maupun laut.

Serta memiliki amenitas yang memadai, seperti prasarana umumnya tersedia dengan lengkap, seperti air bersih dan listrik serta mempunyai fasilitas umum seperti tempat parkir, toilet, bank, money changer, dan fasilitas kesehatan serta keamanan. "Dan yang tak kalah penting, penyediaan fasilitas pariwisata seperti akomodasi dan restoran sehingga pengunjung bisa makan dan menginap di sana. Nantinya, bisa menambah length of stay atau masa tinggal wisatawan,” ujarnya ketika ditemui KORAN SINDO di kantornya pada 29 November 2017.

Pengembangan geopark yang memanfaatkan kesinambungan sumber daya geodiversity, biodiversity, dan culturaldiversity ini, kata Dadang, tidak hanya bertujuan sebagai upaya konservasi semata, yaitu menjaga situs geologis. Namun, sekaligus untuk mendidik dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Untuk menuju hal tersebut, perlu upaya promosi yang kuat oleh para pelaku pariwisata dengan pembuatan produk yang bagus.

"Jadi, ketika masuk ke area pariwisata, ada program besar yaitu penataan destinasi serta dilayani oleh pelaku pariwisata yang berkualifikasi sesuai standar kompetensi. Sertifikasi kompetensi, termasuk untuk profesi dan usahanya," tuturnya.

Dadang mengemukakan, salah satu geopark nasional unggulan adalah Danau Toba yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Danau ini merupakan danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia, luasnya juga masih juara dibanding yang lain, hanya kalah oleh Victoria Lake di Afrika. Apalagi, objek wisata andalan di Sumatera Utara ini memiliki kisah khusus dalam perjalanan dunia karena letusan dahsyatnya sekitar 75.000 tahun silam yang akhirnya dikenal dengan sebutan Toba Super Volcano.

Sementara itu, Ketua Umum Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar menuturkan, para pelaku industri wisata siap memperkenalkan geopark di Indonesia melalui program dan paket perjalanan yang menarik. Kawasan geopark, lanjut dia, menjadi penambah daya tarik pilihan destinasi bagi pelancong dengan minat khusus, terutama penyuka wisata sejarah dan budaya serta alam dan ecowisata. Apalagi, kegiatan ecowisata yang dikenal ramah lingkungan ini sedang menjadi tren pada masa sekarang dan peminatnya makin banyak yang tersebar di seluruh pen juru dunia.

"Kawasan geopark jadi objek wisata baru yang membuat para turis lebih banyak pilihan dan kami juga bisa mempunyai variasi lain dari paket-paket perjalanan yang akan ditawarkan kepada mereka," katanya ketika dihubungi KORAN SINDO.

Potensi wisata kawasan ini, ujar Asnawi, juga amat besar terutama ketika semua stakeholders bahu-membahu mengembangkannya menjadi lebih baik. "Yang banyak disukai itu seperti Gunung Rinjani, Bromo, atau Belitung, atau kawasan geopark lain yang punya fasilitas pendukung yang lengkap. Hal ini juga bisa menjadi promosi branding yang bagus buat Indonesia di mata dunia," tuturnya.

Menanggapi hal ini, pengamat pariwisata Jajang Guna wijaya melalui sambungan telepon mengatakan, kawasan geopark memiliki potensi yang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan mancane gara karena Indonesia kaya akan wisata alam yang indah.
(amm)
Berita Terkait
Miliki Banyak Fosil...
Miliki Banyak Fosil Berusia Jutaan Tahun, Geopark Merangin Siap Jadi Taman Bumi Dunia
Keren! Geopark Merangin...
Keren! Geopark Merangin Raih Best Practice Award 2023, Duduki Peringkat Pertama Dunia
Ujung Kulon Jadi Geopark...
Ujung Kulon Jadi Geopark Nasional, Menparekraf: Meningkatkan Pariwisata Berkualitas
Geopark Ijen Dikukuhkan...
Geopark Ijen Dikukuhkan Sebagai UNESCO Global Geopark, Kekayaan Alam Jatim Mendunia
4 Destinasi Unggulan...
4 Destinasi Unggulan Geopark Ciletuh yang Sangat Menarik Dijelajahi
Wisata Bukit Batu Langara...
Wisata Bukit Batu Langara di Kawasan Geopark Meratus
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
9 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
9 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
10 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
10 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
11 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
11 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved