Metode Balon Karet Jadi Cara Baru Deteksi Kanker Paru

Kamis, 11 Januari 2018 - 00:54 WIB
Metode Balon Karet Jadi...
Metode Balon Karet Jadi Cara Baru Deteksi Kanker Paru
A A A
JAKARTA - Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya.

STUDI Globocan (IARC) menemukan bahwa penyakit kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada penduduk pria (30%). Kanker ini juga penyebab kematian kedua akibat kanker pada penduduk wanita (11,1%).

Keluarga Departemen Pulmonologi Dr Ahmad Hudoyo Sp.P (K) mengatakan bahwa penggunaan balon karet menjadi sebuah metode baru untuk mendeteksi kanker paru. Metode inipun sangat mudah dan praktis .

"Penelitian ini mendeteksi DNA dan senyawa kimia. Itu di luar negeri cukup banyak dan di Indonesia kok tidak. Makanya kita harus meneliti kanker paru untuk Indonesia yang berat dengan cara screening namanya di genetic phoromelic yang bisa menggunakan balon karet," ujar Dr Ahmad Hudoyo di Jakarta, Rabu ( 10/1/2018).

Metode ini hanya menggunakan hembusan napas untuk dijadikan sample. Itu mengapa metode ini tidak menggunakan biopsi seperti kebanyakan lain.

"Dari hasil penelitan ini, dari hembusan napas di balon karet dan dari darah tidak berbeda. Jadi langsung bisa dari napas hembusan. Tidak usah pakai jarum dan bisa dikirim melalui pos," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Opsi Pengobatan Makin...
Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Lewat Unggahan Positif,...
Lewat Unggahan Positif, Masyarakat Peduli Kanker Bisa Berdonasi Tanpa Sumbang Uang
Ibu-ibu Bhayangkari,...
Ibu-ibu Bhayangkari, Jalasenastri, dan Persit di Sikka Jalani Deteksi Dini Kanker Payudara
3 Kanker Paling Mematikan...
3 Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Waspadai Sejak Dini
9 Hal Mengejutkan yang...
9 Hal Mengejutkan yang Bisa Menyebabkan Kanker, dari Teh Panas hingga Alat Kontrasepsi
Kenali Risiko dan Gejala...
Kenali Risiko dan Gejala Limfoma, Kanker Darah yang Harus Diwaspadai sejak Dini
Berita Terkini
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
5 menit yang lalu
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
11 jam yang lalu
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
12 jam yang lalu
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
13 jam yang lalu
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
14 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved