Liburan Bersama 600 Kucing di Hawaii

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 14:27 WIB
Liburan Bersama 600...
Liburan Bersama 600 Kucing di Hawaii
A A A
LIBURAN bersama kucing bisa dicoba di Lana’i Cat Sanctuary, Hawaii. Ada hampir 600 kucing dengan berbagai bentuk dan ukuran yang siap diajak bercanda dan bermanja dengan para pengunjung.

Bagi banyak pengunjung, ini adalah kesempatan untuk melakukan kitty-cuddle tanpa gangguan. Banyak pengunjung yang membawa camilan dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain-main dengan kucing. Tempat ini buka mulai pukul 10.00 pagi hingga 15.00 sore waktu setempat.

Untuk mayoritas kucing, tempat ini memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan makanan dan banyak waktu tidur siang. Tempat ini juga memberikan belaian kasih yang berlimpah dari para pengunjung layaknya keluarga.

“Moto kami di sini adalah setiap kucing punya rencana dan setiap kucing itu penting,” sebut Direktur Eksekutif Keoni Vaughn, dikutip CNN. Didirikan pada 2006, organisasi nirlaba ini adalah gagasan Kathy Carroll yang merupakan penduduk lokal Lana’i yang tinggal di sana sejak tahun 1999.

Saat itu dia melihat tingginya kebutuhan untuk menyediakan tempat berteduh bagi populasi kucing liar yang sedang berkembang di pulau itu, serta melindungi burung-burung asli yang terancam punah.

Kemudian berkat bantuan miliarder Larry Ellison yang membeli 88.000 hektare atau 98% kawasan di Lana’i, pulau berpenghuni terkecil ini pun akhirnya dapat diakses publik di Hawaii. Ada lebih dari 3.000 orang yang tinggal di Pulau Lana’i seluas 140 mil persegi, yang terletak sekitar sembilan mil dari Maui, pulau terbesar kedua di Hawaii.

Tempat tersembunyi ini terbentang di sekitar tiga hektare dan kurang dari dua mil jauhnya dari bandara pulau. Lalu, bagaimana perjalanan seekor kucing sampai di sini? Ketika kucing tiba di sini langsung diberi nama, diberi microchipped, disuntik vaksin, kemudian disteril agar kucing jantan tidak bisa menghamili dan kucing betina tidak hamil dan melahirkan anak kucing.

Sekitar 200 kucing baru datang ke tempat ini per tahun. Begitu kucing-kucing tiba, terjadi transformasi. “Kami melihat kucing liar atau tidak bersosialisasi yang tidak pernah mempercayai manusia ini mulai berdatangan,” katanya.

Selain makanan, di sini juga disediakan klinik dokter hewan untuk perawatan medis. Seorang dokter hewan dan dua teknisi terbang dua kali sebulan untuk memeriksa kesehatan kucing, sementara seorang manajer mengawasi operasi sehari-hari, memastikan kucing mendapatkan kebutuhan mereka.

Namun, mempertahankan dan mengelola tempat seperti Lanaíi Cat Sanctuary bukanlah tugas yang mudah dan murah. Karena lokasinya yang terpencil, banyak sumber daya harus dikirim dari luar. Misalnya, kucing mengonsumsi sekitar 75 kilogram makanan kucing sehari.

Makanan itu harus dikirim setiap minggu, dengan biaya sekitar USD35.000 (Rp505 juta) per tahun. Lalu dari mana sumber utama penghasilan? Ternyata berasal dari sumbangan dari para tamu dan pencinta kucing di seluruh dunia. Para pengunjung ini biasanya berasal dari Jepang, Australia, dan India.

Bahkan, hampir 95 persen donasi yang mendukung tempat ini berasal dari orang-orang yang tinggal di luar Lana’i. Menurut Vaughn, dalam setahun terakhir, hampir 10.000 orang berkunjung. Masih ada lagi yang bisa ditawarkan selain sekadar nongkrong .

Pada tahun 2016 tempat ini menjadi tempat pesta pernikahan bagi pencinta kucing yang ingin dikelilingi oleh para tamu yang juga kucing. Selain bisa diajak bercanda di tempat, para kucing juga bisa dibawa pulang atau diadopsi. Sekitar 54 kucing telah diadopsi oleh pengunjung sejauh ini.

Sedangkan pengunjung yang tidak mau mengadopsi bisa tetap membantunya dengan memberikan sumbangan bulanan. Banyak kucing berharap menemukan rumah abadi mereka. Menurut rencana, rumah ini akan menampung hingga 1.500 kucing. Itu setidaknya dua kali lebih banyak dari jumlah kucing yang ada sekarang.

Sementara itu, proyek berikutnya adalah membuat pusat senior untuk kucing yang lebih tua, yakni tempat yang lebih tenang dan terpisah dari tempat utama. Proyek itu hampir selesai dan akan menjadi tempat para kucing tua yang lebih tenang dan tidak banyak kegiatan.
(don)
Berita Terkait
6 Cara Menghindari Scams...
6 Cara Menghindari Scams saat Traveling, Salah Satunya Kenali Bentuk Penipuan
Selesai Proses Disinfeksi,...
Selesai Proses Disinfeksi, Diamond Princess Siap Berlayar Kembali
Menjajal Serunya Berbagai...
Menjajal Serunya Berbagai Petualangan Outdoor di Brisbane
Tur Museum Virtual,...
Tur Museum Virtual, Alternatif Berlibur di Tengah Pandemi
Saatnya Makan Enak!...
Saatnya Makan Enak! Ini Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Kota Bandung
Akhir Pekan Ingin Wisata...
Akhir Pekan Ingin Wisata ke Alam dengan Mobil, Ini Tipsnya!
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
10 jam yang lalu
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
10 jam yang lalu
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
11 jam yang lalu
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
11 jam yang lalu
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
12 jam yang lalu
Gebrakan Riswandi, Pemuda...
Gebrakan Riswandi, Pemuda Bulukumba yang Bantu UMKM Lokal Lewat Literasi Visual
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved