Siliwangi Bolu Kukus, Mulai Rasa Kopi hingga Talas Bogor

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 13:06 WIB
Siliwangi Bolu Kukus,...
Siliwangi Bolu Kukus, Mulai Rasa Kopi hingga Talas Bogor
A A A
BANDUNG - Sudah jadi rahasia umum, Jawa Barat terkenal akan kelezatan dan cita rasa kulinernya. Berbagai inovasi terus bermunculan di taraf Pasundan ini. Tak hanya makanan berat, juga penganan seperti kue basah dan kering.

Salah satu penganan yang cukup dikenal masyarakat adalah Siliwangi Bolu Kukus atau sering disebut SBK. Oleh-oleh Bumi Pasundan ini memiliki cita rasa enak dan lezat. Ciri khasnya, bolu kukus ini terasa lebih wangi, lebih berasa, istimewa dan, membuat siapapun ketagihan saat menikmatinya.

SBK yang telah bersertifikasi PIRT dan Halal ini telah memiliki delapan varian rasa, yakni Susu Lembang, Stroberi Ciwidey, Kopi Bogor, Ubi Cilembu, Ketan Kelapa, Alpukat Mentega, Brownies Coklat, dan Talas Bogor. (Baca juga: Perempuan Golongan Rentan, Cegah Osteoporosis Sejak Dini ).

"Setiap varian rasa memiliki sensasi berbeda bagi para pecintanya. Misalnya saja rasa Kopi Bogor yang begitu keras aroma kopinya, dan saat dimakan rasa kopinya begitu terasa di lidah. Bolu ini sangat cocok sebagai kudapan pagi, siang, sore, maupun malam, disandingkan bersama teh atau kopi hangat," kata Director CV. Boga Karya Siliwangi Muhammad Faizal Chaniago.

SBK diproduksi oleh tim berpengalaman. Kue basah ini diracik oleh orang-orang yang sudah bergelut selama lima tahun di industri makanan, khususnya bolu kukus. Dia mengklaim, soal cita rasa kue, tak perlu diragukan. Tekstur bolu di buat lembut dengan rasa manis yang pas di lidah.

Kue bolu yang satu ini diproduksi dengan cara dikukus melalui proses higienis, ditunjang oleh bahan baku pilihan berkualitas. Dibuat menggunakan mesin dan peralatan yang tepat guna, serta didukung oleh tenaga kerja lokal andal dan kompeten sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurut dia, tingginya minat mayarakat atas produk ini, membuat CV-nya terus mengembangkan sayap. Hari ini, SBK bahkan me-launching store resmi pertamanya di Stasiun Bogor. Pebukaan store ini untuk memenuhi tingginya minat warga Bogor dan sekitarnya mendapatkan bolu kukus SBK.

Khusus pada momen pembukaan store di Bogor, SBK memberikan promo yang satu hari. Konsumen bisa ikut program buy 1 get 1 dengan harga spesial Rp25.000 untuk 500 pembeli pertama dan tidak berlaku kelipatan. Di twitter juga akan ada kuis dengan pertanyaan “Bolu Kukus rasa apa yang kamu sukai?” dan hestek #GratisBoluKukus. Lima akun dengan jawaban terbanyak akan mendapatkan SBK semua rasa.

Bahkan, untuk menyemarakkan pembukaan store di Bogor, pada Selasa (22/10/2019), beberapa influencer yang tergabung dalam Komunitas Siliwangi Blogger melakukan cuitan secara serentak. Hasilnya hashtag #SiliwangiBoluKukus bisa menempati posisi keenam trending topic Indonesia dan posisi ketiga trending topic di Jawa Barat.

Lebih lanjut Muhammad Faizal Chaniago mengatakan, SBK diproduksi dengan tujuan melestarikan budaya Bumi Pasundan melalui kuliner. Visinya adalah kearifan lokal yang menyehatkan, menyejahterakan, dan terbaik.

"Kami memperkenalkan kepada masyarakat suatu bentuk karya yang mengangkat nilai sejarah dan nilai kearifan lokal, dimana hasil karya tersebut kami beri nama Siliwangi Bolu Kukus (SBK). Itulah mengapa nama Siliwangi lebih ditonjolkan pada kemasannya karena inilah nama yang begitu melekat dengan Bumi Pasundan," kata dia.

Menilik dari sejarahnya, Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh. Prabu Siliwangi dikenal akan semboyan Silih Wawangi, yang mengartikan Silih Asih Silih Asah Silih Asuh Silih Wawangi.

Maknanya, setiap manusia itu harus saling mengasihi seperti seorang ibu yang memberikan air asi pada bayi yang baru lahir. Saling mengasah agar lebih berdaya guna dalam kehidupan, dan tentu saja saling mengasuh. “Semoga apa yang kami karyakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas,” imbuh Faizal.
(tdy)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
6 menit yang lalu
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
1 jam yang lalu
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
2 jam yang lalu
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
3 jam yang lalu
Sidang PK Nikita Mirzani,...
Sidang PK Nikita Mirzani, Kuasa Hukum Menangis Minta Kliennya Dihadirkan
3 jam yang lalu
Sederet Publik Figur...
Sederet Publik Figur Ungkap Kekecewaan soal Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved