Studi: Terlalu Banyak Berpikir Tingkatkan Risiko Meninggal Dini

Kamis, 12 Desember 2019 - 16:25 WIB
Studi: Terlalu Banyak...
Studi: Terlalu Banyak Berpikir Tingkatkan Risiko Meninggal Dini
A A A
JAKARTA - Terlalu banyak berpikir dapat meningkatkan risiko meninggal lebih dini. Para peneliti di Harvard Medical School menganalisis jaringan otak paska kematian orang-orang yang wafat pada usia 60-an dan 70-an terhadap jaringan-jaringan orang yang berusia setidaknya seratus tahun.

Dilansir dari Times Now News, ditemukan bahwa orang yang meninggal pada usia lebih dini memiliki kadar protein yang lebih rendah yang disebut REST - RE-1 Silencing Transcription. Protein ini bertanggung jawab untuk menenangkan otak, lalu berhenti saat terlalu banyak berpikir dan khawatir. Protein REST juga dapat melindungi kita dari penyakit alzheimer.

Otak yang terlalu aktif telah dikaitkan dengan masa hidup yang lebih pendek. Sementara sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menemukan bahwa mengendalikan aktivitas yang terlalu aktif seperti itu dapat memperpanjang umur.

Meski terlihat tidak berbahaya, terlalu banyak berpikir dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu, penyakit, dan gangguan yang terkait. Berikut efek samping dari terlalu banyak berpikir.

1. Kebotakan.
Terlalu banyak berpikir, khawatir berlebihan, ataupun stres telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kebotakan dan alopecia. Jika terlalu banyak berpikir, Anda mungkin mengalami kerontokan rambut pada tingkat yang lebih tinggi.

2. Penyakit jantung.
Terlalu banyak berpikir bisa membuat jantung berisiko terkena penyakit. Nyeri dada hingga sakit kepala ringan adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami karena terlalu banyak berpikir.

3. Masalah kesehatan mental.
Berbagai masalah kesehatan mental dikaitkan dengan terlalu banyak berpikir. Overthinking dan gangguan kecemasan memiliki hubungan langsung. Gangguan kesehatan mental seperti depresi juga bisa dipicu karena terlalu banyak berpikir. Penyalahgunaan zat, kesulitan tidur, dan susah tidur juga terkait dengan kekhawatiran kronis.
(tsa)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
39 menit yang lalu
Karina Ranau Minta Polisi...
Karina Ranau Minta Polisi Tambahkan Pasal Baru dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
1 jam yang lalu
7 Tips Bikin Konten...
7 Tips Bikin Konten Review Produk yang Menarik ala Kreator TikTok Novita Sari
1 jam yang lalu
Padi Reborn Abadikan...
Padi Reborn Abadikan Magis Panggung 360 Derajat, Hadirkan Cinematic Experience Konser Dua Delapan
1 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 16: Keputusan Mengejutkan Mila di Tengah Perebutan Harta Warisan!
1 jam yang lalu
Link Nonton Film Turbo,...
Link Nonton Film Turbo, Sinopsis Film Animasi Siput Super Cepat di VISION+
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved