Diet Gula Ketat, Pria Terkena Perlemakan Hati
Senin, 24 November 2014 - 15:05 WIB
Diet Gula Ketat, Pria Terkena Perlemakan Hati
A
A
A
SYDNEY - Apa jadinya jika seseorang diet gula ketat selama 60 hari? Apakah dia akan menjadi sehat atau malah terserang penyakit yang cukup berbahaya?
Damon Gameau baru-baru ini melakukan diet gula ketat selama 60 hari. Diet itu dijalani pria asal Australia tersebut untuk mengetahui apa dampak bahan makanan itu terhadap kesehatannya. Dan, hasilnya cukup mengejutkan.
Dalam tiga pekan pertama diet itu, Gameau menjadi moody dan lesu. Dokter kemudian memberikan diagnosa yang mengejutkan: dia mulai mengalami penyakit perlemakan hati atau fatty liver. Menurut Mayo Clinic, akibat terparah dari penyakit ini adalah gagal hati.
“Saya tidak minum soft drink, makan cokelat, es krim atau gula-gula. Seluruh gula yang saya makan ditemukan di makanan yang justru dianggap sehat, seperti yogurt rendah lemak, snack muesli, sereal, jus buah dan minuman olahraga. Makanan yang biasa diberikan orang tua kepada anak-anak dengan pikiran mereka melakukan yang benar,” ungkap Gameau kepada Yahoo.
Gameau menyatakan mengonsumsi 40 sendok makan gula per hari atau sedikit lebih banyak dari rata-rata remaja di seluruh dunia. Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), rata-rata warga Amerika mengonsumsi 20 sendok teh gula per hari. AHA merekomendasikan konsumsi gula harian 6 sendok teh untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.
Diet itu dijalani Gameau sebagai bagian dari film That Sugar Film, yang terinspirasi dari film Super Size Me yang dibintangi Morgan Spurlock yang hanya makan makanan produk McDonald’s selama satu bulan.
Dalam film tersebut. Gameau mengobservasi bahwa gula mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Dokter menyebut fungsi mentalnya tidak stabil dan calon ayah itu dilaporkan bertambah ukuran tubuhnya hingga hampir 10 cm di sekitar pinggangnya. Dia sedang menuju obesitas.
Gameau menyatakan, diet gulanya membuatnya merasa lapar, mau berapa banyak pun dia makan.
Makanan terakhirnya—yang terdiri atas jus, sandwich selai dan jajanan—sama seperti makan siang anak-anak sekolah. “Sayangnya sangat mudah dilakukan dan nyaman dimasukkan ke wadah plastik kecil. Makanan terakhir ini adalah untuk semua orang di sana, terutama orangtua, yang yakin bahwa mereka melakukan yang tepat dan sehat bagi anak-anak mereka. Mereka yang melakukan upaya itu dikecewakan kurangnya integritas dalam strategi marketing dan packaging,” papar Gameau di blog-nya seperti dikutip Foxnews.
Kepada News.com.au, Gameau memaparkan penemuan dalam eksperimen itu tidak menyarankan keharusnya memangkas seluruh konsumsi gula. Tapi, lebih mengemukakan keharusan kesadaran terhadap berapa banyak gula yang ditambahkan ke makanan yang dianggap sehat. “Saat ini gula ada di 80% makanan olahan yang kita makan. Kalau kita bisa menyingkirkannya itu adalah langkah pertama menuju perubahan,” papar dia.
Riset memperlihatkan, minuman manis terkait diabetes tipe 2. Mengonsumsi gula tambahan berlebihan juga berasosiasi dengan risiko lebih tinggi berkembangnya penyakit kardiovaskular.
That Sugar Film akan dirilis di bioskop-bioskop Australia pada Februari 2015.
Damon Gameau baru-baru ini melakukan diet gula ketat selama 60 hari. Diet itu dijalani pria asal Australia tersebut untuk mengetahui apa dampak bahan makanan itu terhadap kesehatannya. Dan, hasilnya cukup mengejutkan.
Dalam tiga pekan pertama diet itu, Gameau menjadi moody dan lesu. Dokter kemudian memberikan diagnosa yang mengejutkan: dia mulai mengalami penyakit perlemakan hati atau fatty liver. Menurut Mayo Clinic, akibat terparah dari penyakit ini adalah gagal hati.
“Saya tidak minum soft drink, makan cokelat, es krim atau gula-gula. Seluruh gula yang saya makan ditemukan di makanan yang justru dianggap sehat, seperti yogurt rendah lemak, snack muesli, sereal, jus buah dan minuman olahraga. Makanan yang biasa diberikan orang tua kepada anak-anak dengan pikiran mereka melakukan yang benar,” ungkap Gameau kepada Yahoo.
Gameau menyatakan mengonsumsi 40 sendok makan gula per hari atau sedikit lebih banyak dari rata-rata remaja di seluruh dunia. Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), rata-rata warga Amerika mengonsumsi 20 sendok teh gula per hari. AHA merekomendasikan konsumsi gula harian 6 sendok teh untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.
Diet itu dijalani Gameau sebagai bagian dari film That Sugar Film, yang terinspirasi dari film Super Size Me yang dibintangi Morgan Spurlock yang hanya makan makanan produk McDonald’s selama satu bulan.
Dalam film tersebut. Gameau mengobservasi bahwa gula mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Dokter menyebut fungsi mentalnya tidak stabil dan calon ayah itu dilaporkan bertambah ukuran tubuhnya hingga hampir 10 cm di sekitar pinggangnya. Dia sedang menuju obesitas.
Gameau menyatakan, diet gulanya membuatnya merasa lapar, mau berapa banyak pun dia makan.
Makanan terakhirnya—yang terdiri atas jus, sandwich selai dan jajanan—sama seperti makan siang anak-anak sekolah. “Sayangnya sangat mudah dilakukan dan nyaman dimasukkan ke wadah plastik kecil. Makanan terakhir ini adalah untuk semua orang di sana, terutama orangtua, yang yakin bahwa mereka melakukan yang tepat dan sehat bagi anak-anak mereka. Mereka yang melakukan upaya itu dikecewakan kurangnya integritas dalam strategi marketing dan packaging,” papar Gameau di blog-nya seperti dikutip Foxnews.
Kepada News.com.au, Gameau memaparkan penemuan dalam eksperimen itu tidak menyarankan keharusnya memangkas seluruh konsumsi gula. Tapi, lebih mengemukakan keharusan kesadaran terhadap berapa banyak gula yang ditambahkan ke makanan yang dianggap sehat. “Saat ini gula ada di 80% makanan olahan yang kita makan. Kalau kita bisa menyingkirkannya itu adalah langkah pertama menuju perubahan,” papar dia.
Riset memperlihatkan, minuman manis terkait diabetes tipe 2. Mengonsumsi gula tambahan berlebihan juga berasosiasi dengan risiko lebih tinggi berkembangnya penyakit kardiovaskular.
That Sugar Film akan dirilis di bioskop-bioskop Australia pada Februari 2015.
(alv)