Obesitas Sebabkan Kanker

Rabu, 26 November 2014 - 11:56 WIB
Obesitas Sebabkan Kanker
Obesitas Sebabkan Kanker
A A A
WASHINGTON - Dalam setahun, obesitas atau kelebihan berat badan telah menyebabkan sekitar setengah juta kasus kanker. Masalah ini akut di kawasan Amerika Utara.

Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan di jurnal Lancet Oncology, Badan Internasional Riset Kanker (IARC) Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang tinggi saat ini telah menjadi faktor utama risiko kanker, yang bertanggung jawab atas sekitar 3,6% atau 481.000 kasus kanker baru pada 2012.

“Jumlah kanker terkait obsitas dan kelebihan berat badan diperkirakan meningkat secara global seiring perkembangan ekonomi,” papar Direktur IARC Christopher Wild, seperti dikutip Reuters.

Dia menyatakan, penemuan itu menggarisbawahi pentingnya membantu orang mempertahankan berat badan yang sehat untuk mengurangi risiko berkembangnya berbagai macam kanker dan membantu negara berkembang menghindari masalah yang saat ini dihadapi negara maju.

Kajian IARC itu menemukan bahwa, saat ini, Amerika Utara memiliki masalah kanker terburuk terkait berat badan. Kawasan itu mencatat sekitar 111.000 obesitas terkait kanker yang didiagnosa pada 2012. Angka ini sekitar 23% dari kasus kanker global terkait BMI yang tinggi.

Di Eropa, obesitas menjadi dalang sekitar 6,5% dari seluruh kasus kanker baru dalam setahun atau sekitar 65.000 kasus. Sementara, di sebagian besar negara Asia, proporsi kanker terkait kegemukan lebih kecil. Kasus ini masih diterjemahkan menjadi puluhan ribu kasus karena populasinya begitu besar. Di China, misalnya, sekitar 50.000 kasus kanker berasosiasi dengan obesitas, atau sekitar 1,6% dari kasus kanker baru.

Di Afrika, obesitas menjadi sumber bagi hanya 1,5% kanker.

Memiliki BMI tinggi—berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m)—meningkatkan risiko berkembangnya kanker oesophagus, usus, dubur, ginjal, pankreas, empedu, payudara pascamenopause, ovarium dan endometrium. Nilai BMI 25 atau lebih diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, sementara 30 atau lebih dinilai obesitas.

Melina Arnold, yang juga memimpin kajian IARC, mencatat, wanita terkena kanker terkait obesitas secara tidak proposional. Kanker payudara pascamenopause, misalnya—kanker yang paling umum diderita wanita di seluruh dunia—penemuan itu mengindikasikan 10% kasus bisa dicegah dengan tidak kelebihan berat badan.
(alv)
Berita Terkait
Hati-hati! Obesitas...
Hati-hati! Obesitas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Empedu
Penggunaan Minyak Jelantah...
Penggunaan Minyak Jelantah Berbahaya untuk Kesehatan, Picu Obesitas hingga Kanker
Menkes Budi Gunadi Imbau...
Menkes Budi Gunadi Imbau Kurangi Konsumsi Makanan Olahan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Penelitian Terbaru:...
Penelitian Terbaru: Manggis Bisa Cegah Obesitas dan Kanker
Waspadai Makanan Ultra...
Waspadai Makanan Ultra Proses, Picu Obesitas hingga Kanker
Kenapa Orang Gemuk Punya...
Kenapa Orang Gemuk Punya Risiko Tinggi Kena Kanker?
Berita Terkini
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
16 menit yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
56 menit yang lalu
Rekomendasi Microdrama...
Rekomendasi Microdrama V+Short Bertema Perselingkuhan, Konfliknya Bikin Emosi!
1 jam yang lalu
Art & Bali 2026 Hadirkan...
Art & Bali 2026 Hadirkan Seniman Dunia, Nuanu Tanam 1.000 Pohon
1 jam yang lalu
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
2 jam yang lalu
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
2 jam yang lalu
Infografis
Batasi Konsumsinya,...
Batasi Konsumsinya, Berikut Makanan Penyebab Kanker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved