Eksim Meningkat Akibat Perubahan Gaya Hidup

Jum'at, 09 Januari 2015 - 06:33 WIB
Eksim Meningkat Akibat...
Eksim Meningkat Akibat Perubahan Gaya Hidup
A A A
YOGYAKARTA - Penyakit dermatitis atopik atau yang biasa dikenal eksim ditemukan meningkat 2-3 kali lipat dalam 3 dekade pada negara-negara industri di dunia. Hal ini juga yang terjadi di Indonesia. Dan meningkatnya penyakit kulit ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat.

"Meskipun ini tergolong penyakit ringan dan seringkali diabaikan, ternyata dampaknya juga cukup luas. Penyakit kulit itu sangat tampak sehingga dampak sosial bagi penderitanya. Uniknya, makin tinggi kesejahteraan sebuah keluarga, makin tinggi potensi penyakit eksim diderita oleh anggota keluarganya," ujar Pakar Dermatologi Anak UGM Dr Niken Trisnowati MSc SpKK, di Yogyakarta.

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronik, inflamatif dan kambuh-kambuhan, yang ditandai dengan gatal dan ruam kulit. DA pada umumnya merupakan manifestasi awal dari suatu pola penyakit alergi yang disebut dengan atomic march.

Ditemui di Fakultas Kedokteran UGM, Niken mengatakan, penyakit eksim dipicu adanya bakat genetik dan lingkungan. Kebanyakan dari penderitanya pun adalah anak-anak.

Faktor lingkungan inilah yang berhubungan dengan gaya hidup. Penyakit eksim terjadi diawali dengan kerusakan lapisan kulit terluar yang tersusun dari protein filaggrin.

"Penderita eksim seringnya lapisan kulit terluar mereka mengalami kerusakan, sehingga partikel-partikel dari luar hingga memicu eksim. Kerusakan filaggrin ini biasanya dikarenakan seringnya berada di ruang AC, sering mandi air panas atau sauna, seringnya penggunaan sabun pencuci tangan dan pemakaian karpet yang mampu menjadi sumber debu tungau," jelasnya.

Karenanya, untuk menghindari penyakit eksim, satu-satunya yang dapat dilakukan ialah dengan menjaga kelembaban kulit dan menjaga lapisan terluar kulit agar tidak rusak.

Jikapun terlanjur rusak, Niken menyarankan untuk segera memperbaikinya. "Cukup dengan menggunakan pelembab yang ada dipasaran. Asalkan sudah lulus BPOM, pelembab biasa sudah cukup," imbuhnya.

Sementara itu, untuk para dokter, Niken menyarankan pengobatan bagi penderita eksim tidak hanya dilakukan pada pengobatan penyakitnya saja, tapi juga pengobatan untuk perbaikan pada kulitnya.

Dengan disertai perbaikan kulit, menurutnya kesembuhan akan lebih cepat dan biaya pengobatan pun bisa ditekan.
(nfl)
Berita Terkait
Inilah 7 Makanan Terbaik...
Inilah 7 Makanan Terbaik untuk Miliki Kulit yang Sehat
Begini 3 Kebiasaan Pagi...
Begini 3 Kebiasaan Pagi Hari yang Bisa Bikin Kulit Tambah Glowing
Konsumsi 4 Vitamin Ini...
Konsumsi 4 Vitamin Ini Jika Ingin Punya Kulit Sehat dan Segar
Ini Solusi Kulit Sehat...
Ini Solusi Kulit Sehat dan Bercahaya di Tengah Gaya Hidup Aktif
Ini Terobosan Perawatan...
Ini Terobosan Perawatan Kulit Berbasis Ilmu Pengetahuan
Perawatan Kulit Kering...
Perawatan Kulit Kering agar Tetap Lembap dan Nyaman, Ini Tips dari Pherini Body Wash
Berita Terkini
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
21 menit yang lalu
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
3 jam yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
10 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
11 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
11 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved