Pesona Masa Lampau di Ayutthaya

Rabu, 18 Februari 2015 - 12:10 WIB
Pesona Masa Lampau di...
Pesona Masa Lampau di Ayutthaya
A A A
PELUIT panjang menjadi penanda bahwa kereta api siap meninggalkan Bangkok menuju Ayutthaya, kota yang dulunya sebuah kerajaan, sebelum dibumihanguskan oleh Burma (Myanmar) pada 1767.

Sisa-sisa kehancuran kota ini terlihat jelas lewat reruntuhan kuil dan pagodanya. Namun, kelestariannya tetap terjaga dan dilindungi. Ini pulalah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan pencinta sejarah dan fotografi.

Akses termudah untuk menuju kota ini adalah dengan kereta api dengan jarak tempuh selama dua jam serta tersedia jadwal keberangkatan hampir setiap jam. Semula, saya hendak menggunakan jasa kereta api sebelum jam 08.30 agar bisa mengeksplor seluruh kota. Namun jadwal terlewat dan saya membeli tiket keberangkatan berikutnya, yakni pukul 09.25. Harga tiketnya hanya 15 bath dan merupakan jenis kereta ekonomi dan free seating .

Seru sih, karena bisa menikmati perjalanan bersama dengan penduduk lokal. Di atas kereta ini banyak juga penjaja makanan, mulai dari buah, minuman, hingga makanan kecil. Karena berwajah Asia, seorang ibu yang duduk di depan saya mengajak bicara dan saya hanya bisa tersenyum dan bilang bukan warga lokal. Walaupun kereta ekonomi, kedatangannya sesuai jadwal. Tanpa ragu, saya langsung menyambangi kantor informasi untuk mendapatkan peta.

Dari hasil browsing pula, setidaknya saya tahu bahwa di seberang stasiun ada tempat penyewaan sepeda dan sepeda motor. Memang, dari awal saya sudah berencana untuk mengayuh sepeda untuk menikmati kota ini. Namun, Anda pun bisa menikmati kota dengan menyewa jasa tuk-tuk. Pemilik rental sepeda juga memberikan peta, soal beberapa situs yang menjadi favorit dan wajib kunjung.

Di kota ini banyak wat atau candi yang gratisan ataupun berbayar. Salah satu yang berbayar adalah Wat Mahathat, sebagai pemberhentian pertama saya. Membayar tiket masuk sebesar 50 bath, di sinilah letak kepala Buddha terlilit akar pohon. Satu hal yang pasti, ada sebuah peringatan “Pay Respect”, yaitu semua yang ingin berfoto, hendaknya tidak lebih tinggi dari kepala Buddha tersebut.

Padahal, kepala itu hanya sekitar setengah meter dari tanah. Namun, hal itu tidak membuat para turis berkecil hati, mereka turut berjongkok agar bisa berfoto dengan kepala Buddha. Tempat yang wajib kunjung lainnya, yaitu Phra Mongkhon Bophit, tempat patung perunggu terbesar di Thailand. Lebar patung ini 9,55 meter, dengan tinggi 12,45 meter. Lain lagi di Wat Lokayasutha, tempat keberadaan Buddha berbaring yang superbesar.

Di sini pula, penduduk lokal menawarkan bunga-bunga sebagai salah satu upaya “Pay Respect” bagi para turis yang datang. Rasanya tak mungkin saya menyebutkan satu per satu lokasi candi atau pagodapagoda yang begitu cantik karena semuanya menarik untuk dilihat. Bila Anda lelah di tengah jalan, tersedia jasa gajah yang siap membawa berkeliling candi.

Panas yang terik tidak menyurutkan niat saya untuk terus menggowes karena tersedianya rute khusus untuk sepeda sehingga tetap aman dan nyaman, ditemani angin semilir yang menerpa. Namun, waktu jualah yang harus mengakhiri eksplorasi saya di kota ini.

PENULIS :
EVA Traveler
(ars)
Berita Terkait
Kemenparekraf Ajak Masyarakat...
Kemenparekraf Ajak Masyarakat Dukung Wisata lewat Tagar #DiIndonesiaAja
Ventour Award 2026:...
Ventour Award 2026: Apresiasi Para Konsultan dengan Konstribusi Terbaik
Dwidayatour Carnival...
Dwidayatour Carnival Digelar 26-28 Januari 2024
Isi Bulan Ramadhan,...
Isi Bulan Ramadhan, ABT Travel dan MIW Salurkan Paket Santunan
Ini Beberapa Tips Memilih...
Ini Beberapa Tips Memilih Agen Travel Umrah yang Aman
Liburan Tidak Terlupakan...
Liburan Tidak Terlupakan dengan Dwidayatour Carnival
Berita Terkini
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
4 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
4 jam yang lalu
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
5 jam yang lalu
Baim Wong dan Paula...
Baim Wong dan Paula Verhoeven Kompak Hadiri Wisuda TK Kiano
6 jam yang lalu
RSUD Tobelo Perluas...
RSUD Tobelo Perluas Akses Layanan Jantung Anak, Didukung Alat Echocardiography Bantuan NHM
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved