Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 4

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Dalam keadaan tanggung-tanggung ini, telanjang sama sekali bukan dan tertutup rapat juga bukan, keadaan Swat Hong mendatangkan daya tarik yang luar biasa, dan mudah membangkitkan berahi seorang pria yang memang benaknya penuh terisi oleh khayalan-khayalan cabul!

Siapakah kakek yang usianya kurang lebih enam puluh tahun akan tetapi masih begitu tertarik melihat punggung telanjang seorang dara? Dia adalah seorang pertapa yang belum lama turun dari pertapaannya di lereng Pegunungan Himalaya.

Selama dua puluh tahun dia meninggalkan daratan besar merantau ke barat dan akhirnya bertapa di lereng Himalaya, bertemu dengan pertapa-pertapa sakti dan mempelajari ilmu. Dahulunya dia adalah seorang tosu yang ingin memperdalam ilmunya. Akan tetapi setibanya di Himalaya, dia bertemu dengan ahli ilmu hitam sehingga pelajaran Agama To diselewengkan menjadi pelajaran kebatinan yang penuh dengan ilmu sihir yang aneh-aneh.

Dan karena memang di dalam dirinya belum bersih, ilmu hitam yang dipelajarinya membuat semua kekotoran di dalam dirinya itu menonjol dan mencari jalan keluar, dibantu dengan ilmu sihirnya sehingga pendeta Agama To ini menyeleweng menjadi seorang pertapa atau pendeta palsu yang tidak segan-segan melakukan apa pun demi mencapai kenikmatan dan kesenangan dunia.

Nama pendeta ini adalah Ouwyang Cin Cu, seorang yang memiliki kepandaian silat tinggi, akan tetapi lebih-lebih lagi, memiliki kekuatan sihir yang membuat dia terpakai sekali tenaganya oleh Jenderal An Lu Shan. Berkat ilmu sihir dari Ouwyang Cin Cu inilah, yang merupakan obat "guna-guna", maka An Lu Shan yang kasar itu berhasil memikat hati Yang Kui Hui!

Bertapa atau melakukan segala usaha penekanan terhadap nafsu adalah usaha sia-sia dan palsu belaka, karena tidak mungkin akan berhasil selama di dalam dirinya masih berkecamuk nafsu itu sendiri. Penekanan hanyalah akan menghentikan timbulnya nafsu itu sementara waktu saja, akan tetapi bukanlah berarti bahwa nafsu itu sudah mati.

Sewaktu-waktu, jika penekanannya berkurang kuatnya, tentu akan meledaklah nafsu yang ditahan-tahan. Seperti api dalam sekam, sewaktu-waktu dapat membakar. Karena yang menekan nafsu ini pun sesungguhnya adalah nafsu sendiri dalam lain bentuk atau lain nama yang kita berikan kepadanya.

Keinginan tidak mungkin dilenyapkan dengan lain keingman, karena akan menjadi lingkaran setan yang tiada berkeputusan. Apa artinya bertapa di tempat sunyi, meninggalkan masyarakat agar tidak melihat lagi wanita dan timbul nafsu berahi kalau nafsu berahi itu sendiri masih bercokol di dalam batinnya, kalau dirinya sendiri setiap saat digerogoti oleh nafsu berahi yang masih bercokol di dalam batin itu? Sebaliknya, biarpun hidup di antara seribu orang wanita cantik, kalau memang tidak ada nafsu berahi di dalam hatinya sama sekali bersih, pasti tidak akan ada gangguan sesuatu di dalam batin.

Jadi yang penting bukanlah mencari pelarian, bukanlah melarikan diri dari segala macam nafsu, dalam hal ini sebagai contoh adalah nafsu berahi, melainkan membebaskan diri dari nafsu berahi. Dan kebebasan ini hanya dapat terjadi apabila kita mengerti benar, mengenal benar diri sendiri, mengenal nafsu berahi yang membakar kita, dan tak mungkin kita dapat mengenal tanpa kita mempelajan, mengawasi, mengamati dengan seksama tanpa usaha untuk menundukkannya!

Dengan pengamatan ini maka segala akan tampak jelas, segala akan kita kenal dan dari pengamatan timbul pengertian, dari pengertian akan muncul suatu tindakan yang berlainan sama sekali dari tindakan palsu pelarian.

Demikianlah halnya dengan Ouwyang Cin Cu, karena puluhan tahun lamanya dia menahan-nahan dan menekan nafsu, setelah kini dia menguasai ilmu yang tinggi, memperoleh jalan mudah untuk pelampiasan nafsu-nafsunya, dia membiarkan nafsu-nafsunya bersimaharajalela, seolah-olah untuk menebus petapaannya yang selama puluhan tahun itu!

Begitu turun gunung kembali ke timur untuk menikmati seluruh sisa hidupnya dengan segala macam kesenangan yang diinginkan tubuhnya, dia mendengar tentang pemberontakan An Lu Shan. Memang dia seorang yang cerdik, maka tampaklah olehnya kesempatan terbuka baginya untuk mencari kedudukan tinggi, kemuliaan sebagai seorang penguasa.

Dia mengunjungi An Lu Shan dan dengan demonstrasi kepandaiannya, baik silat maupun sihir, dia diterima dengan tangan terbuka dan diberi kedudukan tinggi, yaitu penasihat urusan dalam dari jenderal itu! Tentu saja dia tidak dapat menjadi penasihat urusan perang karena dia sama sekali tidak mengerti akan ilmu perang.

Mulailah Ouwyang Cin Cu hidup mewah dan terhomat di dalam istana An Lu Shan, segala kehendaknya terlaksana. Kemewahan, kehormatan, dan pelampiasan nafsu berahinya karena disediakan banyak pelayan-pelayan wanita muda yang cantik-cantik untuk kakek ini! (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 3
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 24
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 12
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Buek Siansu...
Kho Ping Hoo, Buek Siansu Jilid 19 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 11
Rekomendasi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved