Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 16 Bagian 9

Kho Ping Hoo, Suling...
Suling Emas, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Suling Emas

"Ganjil lagi.....!" Hebat......!!" Semua orang berseru ketika melihat biji dadu itu memperlihatkan angka tiga! Diam-diam Si Kakek menatap wajah Kwee Seng. Ia maklum bahwa jembel muda ini bukan orang sembarangan, dan maklum pula bahwa tadi ia gagal membantu karena jembel muda itu menyerang dengan dorongan berhawa sin-kang dari jari-jari tangan, mencegah Si Bandar menggulingkan biji dadu dengan jari tangan!

Wajah bandar itu pucat sekali, berkedip-kedip ia memandang ke arah kakek. Ia jelas merasa gelisah dan mohon bantuan. Kakek itu hanya tersenyum dan berkata. "Sahabat muda ini besar sekali untungnya. Dia sudah menang, tidak lekas dibayar mau tunggu kapan lagi?"

Mendengar ini, Si Bandar dan para pembantunya sibuk mengumpulkan uang, akan tetapi mana cukup untuk membayar jumlah begitu besar? Bandar itu terpaksa lari ke sebelah dalam untuk mengambil kekurangan uang dari kas besar! Jumlah yang dibayarkan ini adalah hasil beberapa hari!

Orang-orang di situ makin terheran-heran melihat betapa jembel muda yang kini sudah menjadi raja uang dengan kemenangan-kemenangan besar sehingga di depannya berjajar delapan pundi-pundi yang jumlahnya hampir seribu tail perak, masih belum puas agaknya buktinya ia masih memandang ke arah mangkok dadu. Kini kakek pengemis itu yang bertanya.

"Sahabat muda masih berani melanjutkan?" Kwee Seng tertawa, menengok ke kanan kiri. "Mana arak? Berilah seguci arak berapa saja kubeli. Aku sudah menjadi kaya-raya, ha-ha-ha!"

Seorang tukang pukul menerima tanda kedipan mata dari kakek pengemis, cepat-cepat ia menggotong seguci besar arak dan meletakkannya di depan Kwee Seng, "Tidak usah bayar, sahabat. Arak ini adalah suguhan kami untuk tamu yang menjadi langganan baik." Kata Si Kakek yang kini tidak sembunyi-sembunyi lagi bersikap sebagai tuan rumah.

"Bagus! Terima kasih! Sudah diberi kemenangan besar, masih disuguhi arak lagi." Kata Kwee Seng yang segera mengangkat guci dan menuangkannya ke mulut, minum sampai bergelogok suaranya. Setelah habis setengah guci, ia baru berhenti dan mengusap mulutnya dengan ujung lengan baju. "Arak baik... arak baik... ha-ha, hayo teruskan permainan!"

Ketika bandar yang bermuka pucat itu dengan tangan menggigil memegang mangkok, Si Ketua Pengemis merampas mangkok dan mendorong bandar itu ke pinggir. Dorongan perlahan saja akan tetapi bandar itu hampir roboh, terhuyung-huyung sampai jauh.

"Ha-ha-ha, memang dia sialan!" Kwee Seng menertawakan. Koai-tung Tiang-lo memegang mangkok dan memandang Kwee Seng dengan mata penuh selidik. "Orang muda, kau hendak pasang berapa?"

"Heh-heh, semua ini kupasangkan untuk angka ganjil, ha-ha"

"Gila!" seru seorang di antara para penonton. Ia berkata demikian karena tidak tahan hatinya melihat betapa kemenangan sebesar itu akan diludeskan dalam sekali pasangan. Kwee Seng mendengar makian menengok dan melihat muka orang yang pucat, mata yang muram tanda kalah judi.

"Kau benar, sahabat. Memang kita semua yang sudah memasuki rumah judi adalah orang-orang gila belaka! Ha-ha-ha! Orang tua, kaumainkanlah dadu itu. Delapan pundi-pundi ini untuk angka ganjil."

"Hemm, orang muda, apakah yang kaukehendaki? Tentu bukan kemenangan uang." Kata Si Kakek sambil mulai memutar-mutar dadu dalam mangkok. Gerakannya kaku, tidak seindah dan secepat gerakan bandar tadi. Memang Koai-tung Tiang-lo bukanlah seorang bandar judi. Namun, biar tangannya kaku dan seperti tidak bergerak, dadu di dalam mangkok itu berputar cepat sekali, jauh lebih cepat dariapada kalau diputar oleh Si Bandar tadi.

"Heh-heh, orang tua, kau benar. Delapan pundi-pundi perak ini kupertaruhkan untuk angka ganjil. Kalau aku kalah, kau boleh ambil semua perak ini tanpa banyak urusan lagi. Akan tetapi kalau aku yang menang, aku hanya minta dibayar sebuah keterangan."

Semua orang makin terheran, akan tetapi kakek itu tersenyum maklum. Memang bagi orang-orang kang-ouw, uang tidaklah berharga. "Uangmu delapan kantung, sudah jelas harganya. Akan tetapi keterangan itu, harus disebutkan dulu agar diketahui harganya, apakah cukup dibayar dengan delapan kantung perak."

Percakapan ini benar-benar tak dapat dimengerti oleh tukang judi yang mendengarkan dengan perasaan heran. Kwee Seng mengangguk. "Itu pantas! Keterangan itu adalah tentang diri seorang jembel muda macam aku ini yang menyebut dirinya kai-ong (raja pengemis). Aku ingin berjumpa dengannya!" (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 14 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 16 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 18 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 13 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 16 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 15 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 6 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 16 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 1 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 3
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 2 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 13 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 17 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 17 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 2 Bagian 4
Rekomendasi
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Berita Terkini
Grillz Mawar Biru Jennie...
Grillz Mawar Biru Jennie BLACKPINK Jadi Perbincangan, Ada yang Menyebut Mirip Gigi Berlubang
Cari Tontonan Plot Twist?...
Cari Tontonan Plot Twist? Ini 5 Microdrama V+Short yang Wajib Masuk Watchlist
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember, Pukul 07.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved