Sejak Kapan Manusia Mulai Memelihara Burung? Begini Sejarah Lengkapnya
Kamis, 02 Februari 2023 - 14:00 WIB
Sementara di Indonesia, kebiasaan memelihara burung dimulai ketika kejayaan kerajaan Majapahit. Ketika itu, burung perkutut dianggap sebagai sebuah prestise dan hanya dimiliki kalangan ningrat. Kemudian, kegiatan memelihara burung pun turun-temurun dilakukan, hingga ke kalangan masyarakat biasa.
Perkutut, burung yang berukuran 20-25 sentimeter, dianggap sebagai hewan klangenan, yaitu sesuatu yang menjadi kesenangan, kegemaran, kesukaan masyarakat Yogyakarta, terutama kaum priyayi. Burung perkutut mempunyai bulu bagian atas berwarna cokelat krem hingga abu-abu yang berujung hitam, yang persebarannya merata di seluruh wilayah Yogyakarta.
Saat ini, banyak masyarakat yang gemar memelihara burung. Jenis burung yang dipelihara pun tak hanya perkutut. Beberapa jenis burung yang dijadikan peliharaan pecinta burung di antaranya adalah murai batu, burung kenari, hingga lovebird.
Memelihara burung pun tak lagi sekadar untuk menikmati suara kicaunya yang merdu, melainkan juga karena alasan ekonomi. Burung jenis tertentu dapat memiliki nilai jual tinggi. Terlebih lagi jika burung berhasil memenangi perlombaan burung, yang kerap diadakan di berbagai wilayah di Tanah Air.
Baca juga: Deretan Mitos Burung, Diyakini Bisa Datangkan Keberuntungan dan Petaka
Semakin sering menjuarai lomba, semakin tinggi harga jual burung tersebut. Hal yang juga menarik, ada saja penggemar burung yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menjadikannya peliharaan.
Perkutut, burung yang berukuran 20-25 sentimeter, dianggap sebagai hewan klangenan, yaitu sesuatu yang menjadi kesenangan, kegemaran, kesukaan masyarakat Yogyakarta, terutama kaum priyayi. Burung perkutut mempunyai bulu bagian atas berwarna cokelat krem hingga abu-abu yang berujung hitam, yang persebarannya merata di seluruh wilayah Yogyakarta.
Saat ini, banyak masyarakat yang gemar memelihara burung. Jenis burung yang dipelihara pun tak hanya perkutut. Beberapa jenis burung yang dijadikan peliharaan pecinta burung di antaranya adalah murai batu, burung kenari, hingga lovebird.
Memelihara burung pun tak lagi sekadar untuk menikmati suara kicaunya yang merdu, melainkan juga karena alasan ekonomi. Burung jenis tertentu dapat memiliki nilai jual tinggi. Terlebih lagi jika burung berhasil memenangi perlombaan burung, yang kerap diadakan di berbagai wilayah di Tanah Air.
Baca juga: Deretan Mitos Burung, Diyakini Bisa Datangkan Keberuntungan dan Petaka
Semakin sering menjuarai lomba, semakin tinggi harga jual burung tersebut. Hal yang juga menarik, ada saja penggemar burung yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menjadikannya peliharaan.
(nug)
Lihat Juga :