Kenali Gejala dan Terapi bagi Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan
Jum'at, 10 Maret 2023 - 14:14 WIB
"Ada beberapa kasus gejalanya muncul langsung setelah bayi baru lahir. Misalnya bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan, sesak napas atau kesulitan bernapas, kesulitan makan, berat lahir rendah, nyeri dada, serta pertumbuhan yang lambat," beber Prof. Najib Advani dalam sesi edukasi bertajuk Seminar Awam Dalam Rangka Congenital Heart Defect Awareness Week yang digelar RS Premier Bintaro (RSPB) belum lama ini.
Selain itu, lanjut Prof. Najib, ada juga gejala yang muncul beberapa tahun setelah lahir. "Seperti irama jantung yang tidak normal, pusing, kesulitan bernapas, pingsan, maupun kelelahan.” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Spesialis Jantung dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC mengatakan, penyakit jantung bawaan bisa terjadi karena gangguan pada saat proses pembentukan dan juga perkembangan jantung ketika janin masih ada di dalam kandungan.
"Terapi yang dapat dilakukan pada kasus jantung bawaan tergantung dari kondisi pasien dan kasus yang diderita. Untuk tindakan non-bedah, yang dapat dilakukan yaitu pemasangan coil atau alat seperti payung/jamur, tindakan balloon valvuloplasty, dan atau balloon atrial septostomy (BAS)," papar dr. Febtusia Puspitasari.
Sedangkan untuk terapi bedah, lanjut dr. Febtusia Puspitasari, antara lain operasi paliatif pulmonary artery banding, operasi ligasi (pengikatan) PDA, operasi paliatif blalock-tausig shunt (BTS), operasi arterial switch dan penutupan VSD, serta bi-ventricular repair (koreksi total) ataupun single ventricular repair (Fontan).
Selain itu, lanjut Prof. Najib, ada juga gejala yang muncul beberapa tahun setelah lahir. "Seperti irama jantung yang tidak normal, pusing, kesulitan bernapas, pingsan, maupun kelelahan.” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Spesialis Jantung dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC mengatakan, penyakit jantung bawaan bisa terjadi karena gangguan pada saat proses pembentukan dan juga perkembangan jantung ketika janin masih ada di dalam kandungan.
"Terapi yang dapat dilakukan pada kasus jantung bawaan tergantung dari kondisi pasien dan kasus yang diderita. Untuk tindakan non-bedah, yang dapat dilakukan yaitu pemasangan coil atau alat seperti payung/jamur, tindakan balloon valvuloplasty, dan atau balloon atrial septostomy (BAS)," papar dr. Febtusia Puspitasari.
Sedangkan untuk terapi bedah, lanjut dr. Febtusia Puspitasari, antara lain operasi paliatif pulmonary artery banding, operasi ligasi (pengikatan) PDA, operasi paliatif blalock-tausig shunt (BTS), operasi arterial switch dan penutupan VSD, serta bi-ventricular repair (koreksi total) ataupun single ventricular repair (Fontan).
Lihat Juga :