Kemenparekraf Gulirkan Gerakan BISA di Kabupaten Karimun

Selasa, 21 Juli 2020 - 00:23 WIB
Covid-19 mengubah perilaku wisatawan, di mana mereka akan lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan dalam melakukan perjalanan wisata. Karenanya seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa mengantisipasi sejak awal kebutuhan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Hal itu juga sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan ranking Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pada 2020. Hasil TTCI 2019, pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 dalam kategori Health and Hygiene, dan peringkat ke-80 dalam kategori Safety and Security dari 140 negara.

(Baca juga: Wisatawan Asing Siap Melancong Jika Diizinkan Masuk )

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri seluruh pemangku kepentingan pariwisata , terutama di sekitar Pantai Pelawan untuk dapat menghadirkan destinasi yang bersih, sehat, aman dan keberlangsungan lingkungan," ujar Guntur Sakti.

Gerakan BISA juga merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo . Menurutnya, Presiden menginginkan adanya gerakan perlindungan sosial bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif melalui semacam gerakan padat karya dan memberikan stimulus bagi para pelaku usaha di sektor parekraf. "Kami akan terus mendorong melakukan penerapan, pengawasan dan uji coba penerapan protokol kesehatan pada destinasi wisata , usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," pungkasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!