Ini 2 Penyebab Kasus Stunting di Indonesia Masih Sangat Tinggi
Kamis, 25 Januari 2024 - 22:05 WIB
Berdasarkan riset di 49 negara yang dilakukan pada 130.000 anak usia 6-23 bulan, ditemukan bahwa stunting pada balita disebabkan oleh rendahnya asupan makanan sumber protein hewani. Dan ini terjadi di Indonesia.
"Masih banyak balita Indonesia yang tidak tercukupi asupan gizinya, termasuk asupan protein hewani seperti daging, telur, ikan, dan ayam," jelas Lovely saat ditemui di Kantor Kemenkes dalam memeringati Hari Gizi Nasional, Jakarta, Rabu (25/1/2024).
Padahal, semakin tercukupinya asupan gizi dalam hal ini makanan dari sumber protein hewani, itu terbukti dapat menekan risiko stunting pada balita. Protein hewani, katanya, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan selama proses tumbuh.
"Asam amino esensial yang ada di protein hewani juga dapat membantu melindungi anak dari berbagai jenis penyakit," terangnya.
Baca Juga: Begini Cara Cinta Laura Menjaga Kesehatan Mulut, Sikat Gigi selama 5 Menit
Ya, ketika anak tidak gampang sakit, maka penyerapan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa optimal. Beda cerita kalau si anak sakit, tubuhnya akan kurus karena kalau sakit berat badan anak pasti turun.
Dan ini adalah faktor kedua kenapa angka stunting Indonesia masih tinggi. Ya, masih banyak anak Indonesia yang sakit diare dan pneumonia.
"Masih banyak balita Indonesia yang tidak tercukupi asupan gizinya, termasuk asupan protein hewani seperti daging, telur, ikan, dan ayam," jelas Lovely saat ditemui di Kantor Kemenkes dalam memeringati Hari Gizi Nasional, Jakarta, Rabu (25/1/2024).
Padahal, semakin tercukupinya asupan gizi dalam hal ini makanan dari sumber protein hewani, itu terbukti dapat menekan risiko stunting pada balita. Protein hewani, katanya, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan selama proses tumbuh.
"Asam amino esensial yang ada di protein hewani juga dapat membantu melindungi anak dari berbagai jenis penyakit," terangnya.
Baca Juga: Begini Cara Cinta Laura Menjaga Kesehatan Mulut, Sikat Gigi selama 5 Menit
Ya, ketika anak tidak gampang sakit, maka penyerapan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa optimal. Beda cerita kalau si anak sakit, tubuhnya akan kurus karena kalau sakit berat badan anak pasti turun.
Dan ini adalah faktor kedua kenapa angka stunting Indonesia masih tinggi. Ya, masih banyak anak Indonesia yang sakit diare dan pneumonia.
Lihat Juga :