Review Film Marry Me: Sejujurnya, Menikah Butuh Uang!
Rabu, 07 Februari 2024 - 13:11 WIB
Pemberian hadiah perkawinan semacam ini sebenarnya punya maksud yang baik. Sebut saja, uang panai di pernikahan adat Bugis, Sulawesi Selatan. Uang panai sejatinya diberikan oleh pihak keluarga lelaki ke perempuan untuk kebutuhan prosesi pernikahan.
Jumlah besarannya diperhitungkan dari status pendidikan dan pekerjaan si perempuan. Keluaga Bugis pun terkenal senang berpesta mewah dan semarak. Itulah mengapa, besaran uang panai ini pun bisa sangat fantastis.
Foto: Joni Astin Film
Selain Bugis, ada juga suku Aceh dengan mayam, sejumlah emas yang dibayarkan oleh pihak lelaki kepada perempuan sesuai strata pendidikan atau pekerjaannya. Suku Banjar pun punya jujuran, yang mirip dengan uang panai dan mayam.
Yang agak berbeda dari tiga sebelumnya adalah japuik dari adat Padang Pariaman. Di sana, justru mempelai perempuan yang memberi sejumlah uang untuk pihak lelaki untuk memuliakannya. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa japuik harus dikembalikan lagi oleh pihak lelaki kepada perempuan, biasanya dengan nominal yang lebih besar lagi.
Kalaupun tidak bicara adat, resepsi pernikahan adalah salah satu yang memang memakan biaya besar sepanjang hidup. Dilansir dari dataindonesia.id, rata-rata biaya resepsi di Indonesia pada 2021 mencapai Rp191,65 juta dengan estimasi 250 tamu.
Biaya terbesar untuk resepsi dipegang oleh bagian tempat dan katering, mencapai Rp80,9 juta. Biaya gaun mempelai pun sudah di angka Rp13,75 juta dan Rp11,10 juta. Ada banyak lagi biaya lain seperti foto pranikah (prewedding), hiburan, cinderamata, undangan, hingga wedding organizer.
Perlu diketahui, data di atas adalah estimasi dari koresponden mempelai kalangan ekonomi menengah di Indonesia. Biaya tersebut diambil pada 2021 dengan keadaan saat itu adalah masa PPKM level 1 dengan kapasitas ruangan 50%. Jadi, bisa dibayangkan dalam keadaan normal dan tahun yang lebih kekinian, biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih besar dari itu.
Terkadang memang harus disadari bahwa keinginan menikah adalah dari kedua mempelai. Akan tetapi, kalau sudah urusan resepsi akan melibatkan relasi kedua keluarga.
Baca Juga: Review Film Pasukan Semut: Cerita dari Tapal Batas
Dalam Islam pun mengenal adanya istilah walimah. Konsep walimah mirip dengan resepsi umumnya, dengan status suami istri baru ini diberitakan kepada khalayak. Salah satu tujuannya adalah agar tak timbul fitnah. Ada pun secara konsep keagamaan sangat diutamakan kesederhanaan dalam segala aktivitas kehidupan.
Untuk itu, perlu rasanya kita pun merenungkan kembali, apakah konsep pernikahan yang selama ini kita ketahui masih relevan dengan kehidupan dan prinsip hidup kita jika pada akhirnya akan sangat memberatkan?
Sari Agustia
Ibu rumah tangga yang gemar menulis cerita fiksi, sedang belajar menulis skenario, bergiat di ISP NULIS, bisa dikontak via Instagram @sari_agustia
Jumlah besarannya diperhitungkan dari status pendidikan dan pekerjaan si perempuan. Keluaga Bugis pun terkenal senang berpesta mewah dan semarak. Itulah mengapa, besaran uang panai ini pun bisa sangat fantastis.
Foto: Joni Astin Film
Selain Bugis, ada juga suku Aceh dengan mayam, sejumlah emas yang dibayarkan oleh pihak lelaki kepada perempuan sesuai strata pendidikan atau pekerjaannya. Suku Banjar pun punya jujuran, yang mirip dengan uang panai dan mayam.
Yang agak berbeda dari tiga sebelumnya adalah japuik dari adat Padang Pariaman. Di sana, justru mempelai perempuan yang memberi sejumlah uang untuk pihak lelaki untuk memuliakannya. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa japuik harus dikembalikan lagi oleh pihak lelaki kepada perempuan, biasanya dengan nominal yang lebih besar lagi.
Kalaupun tidak bicara adat, resepsi pernikahan adalah salah satu yang memang memakan biaya besar sepanjang hidup. Dilansir dari dataindonesia.id, rata-rata biaya resepsi di Indonesia pada 2021 mencapai Rp191,65 juta dengan estimasi 250 tamu.
Biaya terbesar untuk resepsi dipegang oleh bagian tempat dan katering, mencapai Rp80,9 juta. Biaya gaun mempelai pun sudah di angka Rp13,75 juta dan Rp11,10 juta. Ada banyak lagi biaya lain seperti foto pranikah (prewedding), hiburan, cinderamata, undangan, hingga wedding organizer.
Perlu diketahui, data di atas adalah estimasi dari koresponden mempelai kalangan ekonomi menengah di Indonesia. Biaya tersebut diambil pada 2021 dengan keadaan saat itu adalah masa PPKM level 1 dengan kapasitas ruangan 50%. Jadi, bisa dibayangkan dalam keadaan normal dan tahun yang lebih kekinian, biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih besar dari itu.
Terkadang memang harus disadari bahwa keinginan menikah adalah dari kedua mempelai. Akan tetapi, kalau sudah urusan resepsi akan melibatkan relasi kedua keluarga.
Baca Juga: Review Film Pasukan Semut: Cerita dari Tapal Batas
Dalam Islam pun mengenal adanya istilah walimah. Konsep walimah mirip dengan resepsi umumnya, dengan status suami istri baru ini diberitakan kepada khalayak. Salah satu tujuannya adalah agar tak timbul fitnah. Ada pun secara konsep keagamaan sangat diutamakan kesederhanaan dalam segala aktivitas kehidupan.
Untuk itu, perlu rasanya kita pun merenungkan kembali, apakah konsep pernikahan yang selama ini kita ketahui masih relevan dengan kehidupan dan prinsip hidup kita jika pada akhirnya akan sangat memberatkan?
Sari Agustia
Ibu rumah tangga yang gemar menulis cerita fiksi, sedang belajar menulis skenario, bergiat di ISP NULIS, bisa dikontak via Instagram @sari_agustia
(ita)
Lihat Juga :