Ganjar-Mahfud Pakai Beskap Ramah Lingkungan di Kirab Hajatan Rakyat Solo

Sabtu, 10 Februari 2024 - 09:30 WIB
Di mana Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengenakan busana ramah lingkungan menggunakan material kapas yang mudah terurai. Kapasnya sendiri ditanam oleh para petani perempuan di Tuban, Jawa Timur.

Menariknya pembuatan beskap ini secara manual dengan sehelai kain menggunakan teknik tumpang tari tanpa menggunakan bahan kimia apa pun. Sedangkan pada bagian kancingnya diproduksi di Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan warna emas.

Proses penjahitan baju ini sendiri dilakukan oleh ibu-ibu di Desa Badung, Bali dan memerlukan waktu cukup lama, yakni 180 hari mulai dari tumbuh, memintal, menenun, dan menjahit baju.

Selama menjalani prosesi kirab, Ganjar-Mahfud begitu ramah menyapa warga. Antusiasme masyarakat Solo menyambut iring-iringan Capres Ganjar Pranowo sangat luar biasa. Bahkan meski cuaca tidak cerah, tak menyurutkan semangat mereka untuk bertemu langsung dengan calon pemimpin pilihannya itu.

Baca Juga: Berangkat ke Hajatan Rakyat, Ganjar Ditemani Siti Atikoh, dan Alam Naik Pedati



Foto/Riyan Rizki

Iring-iringan ini juga diawali dengan lambang Garuda. Lambang ini bermakna merawat kebhinekaan pada Tahun Baru Imlek. Selain itu barongsai dan liong juga turut mengiringi Ganjar-Mahfud menjadi pimpinan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!