Penanganan Komprehensif Pasien Diabetes, Pengobatan hingga Terapi dan Konsultasi

Minggu, 18 Februari 2024 - 12:12 WIB
“Makanya seseorang yang terkena ba’al atau kebas hanya perasaan kebas saja tanpa didahului perasaan nyeri seperti terbakar atau terkena cabai, biasanya kita menyuruh mengonsumsi vitamin B12, disertai kacang hijau,” terangnya.

Terkait permasalahan saraf yang dihubungkan dengan diabetes, dr. Oki mengungkapkan, pasien yang terlebih dulu bermasalah dengan gula darah, akan mengalami masalah juga dengan sarafnya.

“Karena penderita diabetes, dua sampai tiga tahun akan terserang telapak tangan atau telapak kakinya. Seperti tidak nyaman memakai sandal, tidak nyaman menginjak lantai, menginjak tanah, atau pasir. Jadi harus diwaspadai,” jelasnya.

“Komplikasi saraf dengan diabetes memang terkait dengan neuropati, karena ba’al ini mengenai saraf tepi yang terdapat pada ujung tangan dan ujung kaki,” lanjut dr Oki.

Pada penderita yang tidak mengetahui ada diabetes, dr. Oki menyarankan, harus kontrol teratur ke dokter untuk mengetahui kadar gula darahnya. Jika gula darahnya tinggi, harus hati-hati terhadap diabetes.

“Apabila diabetes kita harus wanti-wanti, apalagi jika terkena neuropati atau kebas ini, yang mana pasien harus menjalani pola hidup sehat, seperti menggunakan sandal yang benar, sepatu yang benar. Pada penderita diabetes cenderung kakinya kering. Untuk itu kita anjurkan menggunakan lotion karena pada penderita diabetes mudah lecet. Kalau sudah lecet susah sembuhnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, RS MH Thamrin Cileungsi telah membentuk Centre of Excellence untuk perawatan diabetes. Rumah sakit ini melakukan kolaborasi yang melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, saraf, jantung, mata, dan dokter bedah untuk melakukan perawatan penyakit diabetes. Sebab, diabetes tidak mengenai satu organ saja, tetapi komplikasi dengan berbagai organ lain.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!