Sambut Hari Kartini 2024, Brand Perawatan Kulit Ini Umumkan Dukungan pada Perkembangan Cricket Putri di Indonesia

Jum'at, 19 April 2024 - 05:50 WIB
Cricket pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda pada abad ke-19. Awalnya, olahraga ini dimainkan oleh komunitas Eropa di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta (Batavia), Surabaya, dan Bandung. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, minat terhadap cricket khususnya di kalangan remaja putri di Indonesia mulai mengalami peningkatan. Beberapa klub cricket pun mulai aktif dalam mengadakan program-program untuk merekrut dan melatih atlet cricket putri.

Dalam hal prestasi, Tim Nasional Putri Indonesia pernah menorehkan kebanggaan sebagai peraih medali emas di SEA Games 2023 dan berhasil bermain di Piala Dunia Putri U-19 2023. Pencapaian ini membawa Indonesia berada di peringkat 20 besar dunia.

“Penyelenggaraan turnamen tingkat nasional seperti Kartini Cup merupakan bagian dari perjuangan membawa tim cricket putri Indonesia dalam mengembangkan kemampuan sekaligus menunjukkan kekuatan mereka," kata Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Abhiram Singh Yadav.

"Perjalanan para atlet cricket putri untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional yang inspiratif ini dapat membuka pintu bagi generasi penerus untuk berani bermimpi dan mencapai lebih. Bukan tidak mungkin, jika suatu hari nanti, Indonesia melahirkan sosok legendaris seperti Rachael Heyhoe-Flint ataupun Mithali Raj,” lanjutnya.

Dengan menggelar turnamen ini, PCI bersama Kenvue berupaya menghadirkan narasi baru tentang pemberdayaan, ketahanan, dan keunggulan di kalangan wanita muda di Indonesia.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!