Model Terapi Intensif Sukses Rehabilitasi 6.000 Anak Berkebutuhan Khusus dengan Tingkat Keberhasilan 70%
Rabu, 28 Agustus 2024 - 20:20 WIB
"WINGS benar-benar unik, tidak hanya dalam metodenya tetapi juga dalam cara mereka memperlakukan setiap anak secara holistik. Kami bersyukur karena Valerie kini sudah bisa berjalan, berlari, bersepeda, dan menaiki anak tangga. Setelah 5 tahun menjalani terapi intensif, kami kembali pindah ke Jakarta pada tahun 2022 agar Valerie dapat bersekolah. Kami terus melakukan perjalanan ke WINGS selama liburan sekolah,” lanjutnya.
WINGS dimulai oleh seorang ibu bernama Judith Julia Justin dan putranya yang berkebutuhan khusus, Jake, pada 2017. Jake didiagnosis menderita mutasi genetik yang sangat langka (NACC1), yang mempengaruhi kemampuannya untuk berjalan, berbicara, dan kesulitan untuk menjalani kehidupan mandiri. Ia juga terlahir dengan katarak bawaan di kedua matanya.
Saat Jake baru berusia empat bulan, dia mengalami sekitar 1.000 kejang per hari dan gagal mencapai tahap perkembangan awal. Saat itulah Julia diberi tahu bahwa anaknya mungkin tidak akan pernah bisa berjalan, berbicara, atau hidup secara mandiri.
Hal ini menginspirasi Julia dan Jake selama 10 tahun berkeliling dunia dalam mencari solusi. Perjalanan itu membuka dunia mereka kepada terapi-terapi terobosan yang tidak tersedia di Asia seperti Intensive Model of Therapy (Model Terapi Intensif/IMOT), Suit Therapy, Cuevas Medek Exercises (CME), Intervensi Gerakan Dinamis (DMI), dan lain-lain.
Mengetahui bahwa ada anak-anak seperti Jake di negara mereka yang berhak mendapatkan kesempatan untuk merasakan perawatan yang ada, maka Julia memutuskan untuk menjual harta benda demi mendirikan WINGS dan membawa berbagai terapi tersebut ke hadapan anak-anak lain di Asia Tenggara.
WINGS dimulai oleh seorang ibu bernama Judith Julia Justin dan putranya yang berkebutuhan khusus, Jake, pada 2017. Jake didiagnosis menderita mutasi genetik yang sangat langka (NACC1), yang mempengaruhi kemampuannya untuk berjalan, berbicara, dan kesulitan untuk menjalani kehidupan mandiri. Ia juga terlahir dengan katarak bawaan di kedua matanya.
Saat Jake baru berusia empat bulan, dia mengalami sekitar 1.000 kejang per hari dan gagal mencapai tahap perkembangan awal. Saat itulah Julia diberi tahu bahwa anaknya mungkin tidak akan pernah bisa berjalan, berbicara, atau hidup secara mandiri.
Hal ini menginspirasi Julia dan Jake selama 10 tahun berkeliling dunia dalam mencari solusi. Perjalanan itu membuka dunia mereka kepada terapi-terapi terobosan yang tidak tersedia di Asia seperti Intensive Model of Therapy (Model Terapi Intensif/IMOT), Suit Therapy, Cuevas Medek Exercises (CME), Intervensi Gerakan Dinamis (DMI), dan lain-lain.
Mengetahui bahwa ada anak-anak seperti Jake di negara mereka yang berhak mendapatkan kesempatan untuk merasakan perawatan yang ada, maka Julia memutuskan untuk menjual harta benda demi mendirikan WINGS dan membawa berbagai terapi tersebut ke hadapan anak-anak lain di Asia Tenggara.
Lihat Juga :