Kembangkan Ekowisata, Mutiara Carita-KKP Konservasi Terumbu Karang
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 06:26 WIB
Dua hal itu tentu akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Ketika perputaran ekonomi kecil di masyarakat tumbuh dengan baik, maka akan ada geliat ekonomi di sekitarnya. "Kalau di sini (Carita) punya daya tarik tinggi, maka akan menghidupkan perekonomian di sini. Ada dua negara yang menjadi turis potensial yaitu Amerika dan Australia. Ini menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola kawasan perairan menjadi lebih baik," urai Andi.
Komisaris PT Mutiara Hitam Pertiwi selaku pengelola Mutiara Carita Cottages, Bambang Irianto menilai perjanjian kerja sama konservasi terumbu karang ini merupakan kesempatan dan momentum yang luar biasa untuk perlindungan dan penataan alam bawah laut Carita karena saat ini kondisinya masih memprihatinkan.
"Kita berkolaborasi agar ke depan tumbuh kesadaran dari masyarakat Carita bahwa sesungguhnya potensi wisata kita di sini kekuatannya ada di pantai dan gunung. Kita belum terlambat untuk bergerak melakukan konservasi," kata Bambang pada kesempatan Focus Group Discussion (FGD) dan Serah Terima Bantuan Kompak Tahun Anggaran 2020 serta Pencanangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi,Selasa (25/8).
Menurut Bambang, tren wisata dunia saat ini mengarah kepada ekowisata yang berbasis alam. Sebagai kawasan dengan kekayaan alam yang dimilikinya, Carita semestinya mampu bergerak mengikuti tren wisata dunia. Carita, kata Bambang, sepanjang dikelola dengan baik dapat menjelma menjadi magnet bagi wisatawan tak hanya di dalam, tetapi juga luar negeri.
"Kawasan Carita ini harus kita kembangkan bersama. Kami, Mutiara Carita Cottages spesifik fokus pada kawasan pesisir. Kalau terumbu karang ini sudah bagus, maka bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam jangka panjang. Nilai positifnya adalah sumber daya tangkapan ikan bagus, coralnya bagus, wisatawan senang. Kita ingin menjadi penggerak untuk mengelola lingkungan yang optimal. Dalam jangka panjang wisata ini tetap berkelanjutan.Kalau sudah rusak, pasti wisatawan tidak mau lagi ke sini," tutur dia.
Komisaris PT Mutiara Hitam Pertiwi selaku pengelola Mutiara Carita Cottages, Bambang Irianto menilai perjanjian kerja sama konservasi terumbu karang ini merupakan kesempatan dan momentum yang luar biasa untuk perlindungan dan penataan alam bawah laut Carita karena saat ini kondisinya masih memprihatinkan.
"Kita berkolaborasi agar ke depan tumbuh kesadaran dari masyarakat Carita bahwa sesungguhnya potensi wisata kita di sini kekuatannya ada di pantai dan gunung. Kita belum terlambat untuk bergerak melakukan konservasi," kata Bambang pada kesempatan Focus Group Discussion (FGD) dan Serah Terima Bantuan Kompak Tahun Anggaran 2020 serta Pencanangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi,Selasa (25/8).
Menurut Bambang, tren wisata dunia saat ini mengarah kepada ekowisata yang berbasis alam. Sebagai kawasan dengan kekayaan alam yang dimilikinya, Carita semestinya mampu bergerak mengikuti tren wisata dunia. Carita, kata Bambang, sepanjang dikelola dengan baik dapat menjelma menjadi magnet bagi wisatawan tak hanya di dalam, tetapi juga luar negeri.
"Kawasan Carita ini harus kita kembangkan bersama. Kami, Mutiara Carita Cottages spesifik fokus pada kawasan pesisir. Kalau terumbu karang ini sudah bagus, maka bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam jangka panjang. Nilai positifnya adalah sumber daya tangkapan ikan bagus, coralnya bagus, wisatawan senang. Kita ingin menjadi penggerak untuk mengelola lingkungan yang optimal. Dalam jangka panjang wisata ini tetap berkelanjutan.Kalau sudah rusak, pasti wisatawan tidak mau lagi ke sini," tutur dia.
Lihat Juga :