Penting Libatkan Remaja dalam Pencegahan Stunting
Minggu, 30 Agustus 2020 - 14:33 WIB
Jika calon ibu punya asupan gizi kurang sejak remaja, ia beresiko punya anak kurang gizi. Lalu si anak akan mencontoh pola makan ibunya dan terus berputar seperti itu.
“Siklusnya dimulai sejak remaja putri. Maka masalah stunting harus menjadi awareness sejak remaja agar mereka menjaga asupan gizi, karena mereka adalah calon orangtua,” katanya.
Salah satu misi Tanoto Foundation adalah setiap anak mampu mencapai penuh potensi belajarnya. Mencegah stunting menjadi fokus yang pertama untuk mencapai misi tersebut.
“Indonesia darurat stunting . Kita butuh gerakan yang nyata, yang bisa mengubah kondisi ini. Kondisi anak sudah stunting tidak bisa berubah, yang penting bagaimana kita harus menyelamatkan generasi setelahnya,” ujar Pengamat Kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro.
Edukasi di usia remaja, sejak usia 10-19 tahun, adalah masa krusial.
“Siklusnya dimulai sejak remaja putri. Maka masalah stunting harus menjadi awareness sejak remaja agar mereka menjaga asupan gizi, karena mereka adalah calon orangtua,” katanya.
Salah satu misi Tanoto Foundation adalah setiap anak mampu mencapai penuh potensi belajarnya. Mencegah stunting menjadi fokus yang pertama untuk mencapai misi tersebut.
“Indonesia darurat stunting . Kita butuh gerakan yang nyata, yang bisa mengubah kondisi ini. Kondisi anak sudah stunting tidak bisa berubah, yang penting bagaimana kita harus menyelamatkan generasi setelahnya,” ujar Pengamat Kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro.
Edukasi di usia remaja, sejak usia 10-19 tahun, adalah masa krusial.
Lihat Juga :