Cara Membedakan Nyeri Dada karena GERD dan Serangan Jantung, Kenali Gejalanya
Jum'at, 20 Desember 2024 - 20:00 WIB
GERD adalah kondisi yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi. Nyeri dada yang disebabkan oleh GERD sering kali menyerupai sensasi terbakar di dada (heartburn) dan dapat disertai gejala seperti nyeri biasanya muncul setelah makan, terutama makanan berlemak, pedas, atau asam.
Pasien GERD juga sering mengeluhkan rasa terbakar cenderung memburuk saat berbaring atau membungkuk, disertai regurgitasi, yaitu cairan asam atau makanan kembali naik ke mulut, dan gejala dapat membaik setelah minum obat antasida.
Gejala tambahan lainnya meliputi sensasi pahit atau asam di mulut, kesulitan menelan (dysphagia), dan batuk kronis atau suara serak akibat iritasi asam lambung. Nyeri GERD biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan serangan jantung, bisa beberapa jam atau bahkan sepanjang hari.
Sementara itu, serangan jantung terjadi akibat aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Nyeri dada yang terkait dengan serangan jantung memiliki karakteristik yang berbeda dan sering kali memerlukan perhatian medis segera.
Baca Juga: 7 Gejala Serangan Jantung Akan Segera Terjadi, Waspada Nyeri di Rahang
Adapun ciri-ciri nyeri dada akibat serangan jantung meliputi nyeri terasa seperti tekanan, berat, atau seperti tertimpa benda berat di dada. Sering menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, punggung, atau perut. Kemudian tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh atau aktivitas seperti makan, dan tidak membaik dengan obat antasida.
Pasien GERD juga sering mengeluhkan rasa terbakar cenderung memburuk saat berbaring atau membungkuk, disertai regurgitasi, yaitu cairan asam atau makanan kembali naik ke mulut, dan gejala dapat membaik setelah minum obat antasida.
Gejala tambahan lainnya meliputi sensasi pahit atau asam di mulut, kesulitan menelan (dysphagia), dan batuk kronis atau suara serak akibat iritasi asam lambung. Nyeri GERD biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan serangan jantung, bisa beberapa jam atau bahkan sepanjang hari.
Sementara itu, serangan jantung terjadi akibat aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Nyeri dada yang terkait dengan serangan jantung memiliki karakteristik yang berbeda dan sering kali memerlukan perhatian medis segera.
Baca Juga: 7 Gejala Serangan Jantung Akan Segera Terjadi, Waspada Nyeri di Rahang
Adapun ciri-ciri nyeri dada akibat serangan jantung meliputi nyeri terasa seperti tekanan, berat, atau seperti tertimpa benda berat di dada. Sering menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, punggung, atau perut. Kemudian tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh atau aktivitas seperti makan, dan tidak membaik dengan obat antasida.
Lihat Juga :