Ramadan Penuh Berkah, AQUA dan DMI Jateng Hadirkan Program Spesial di Masjid Semarang
Rabu, 26 Maret 2025 - 21:00 WIB
Baca Juga: Raffi Ahmad Disemprot MUI Buntut Jadikan Janda sebagai Candaan, Langsung Minta Maaf
Ada dua kegiatan utama yang akan berlangsung selama kegiatan acara di dua masjid ini. Pertama adalah kajian Ramadan bertajuk Tarhim: Talkshow Ramadhan Hingga Maghrib, yang berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, di Masjid Agung Jawa Tengah. Kajian ini bertema “Berthariqah dalam Menjaga Kehidupan Muslim”.
Pada kajian ini, Drs. K.H. Eman Sulaeman, MH, ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah memberikan tausyiah mengenai cara-cara berthariqah dalam kehidupan seorang Muslim untuk menjaga keseimbangan spiritual. “Kita sering kali terjebak dalam formalitas, tetapi esensi dari agama itu tidak sampai ke dalam jiwa kita. Thariqah mengajarkan kita untuk mengutamakan perilaku sosial yang sejalan dengan ajaran agama, bukan sekadar menjalankan agama pada tataran lahiriah belaka. Tazkiyatun nafs, membersihkan jiwa, adalah langkah pertama menuju pemahaman yang hakiki. Agar hati kita tidak hanya mengikuti syariat, tetapi juga meresap dalam setiap tindakan dan perilaku yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang terhadap sesama”, ujar beliau.
Kemudian, kajian kedua adalah Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada Minggu, 23 Maret 2025 di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Jawa Tengah. Kajian ini bertema “Bersihkan Hati, Raih Berkah di Bulan Suci”.
Pada kesempatan ini, Dr. H. M. Arif Royani, Lc., M.Si., M.Si., seorang cendekiawan Muslim, berbagi wawasan mengenai pentingnya penyucian hati dan meraih keberkahan selama bulan Ramadan. “Ramadan adalah momentum yang penuh berkah, di mana setiap detiknya membawa kesempatan untuk menyucikan hati dan mempererat hubungan kita dengan Allah serta sesama. Selama beribadah, kita harus ingat bahwa mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayyib adalah kewajiban umat Muslim, yang bermanfaat bagi tubuh dan jiwa. Lebih dari itu, kita harus menjaga agar tidak terjerumus pada hal-hal yang bisa merusak dan mengurangi nilai ibadah kita. Marilah kita manfaatkan bulan yang suci ini dengan menjaga ketulusan niat, membersihkan jiwa, dan melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati. Semoga setiap amal yang kita lakukan di bulan ini dapat membawa berkah yang abadi bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat sekitar. ," ujar beliau.
Ada dua kegiatan utama yang akan berlangsung selama kegiatan acara di dua masjid ini. Pertama adalah kajian Ramadan bertajuk Tarhim: Talkshow Ramadhan Hingga Maghrib, yang berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, di Masjid Agung Jawa Tengah. Kajian ini bertema “Berthariqah dalam Menjaga Kehidupan Muslim”.
Pada kajian ini, Drs. K.H. Eman Sulaeman, MH, ulama dan tokoh masyarakat Jawa Tengah memberikan tausyiah mengenai cara-cara berthariqah dalam kehidupan seorang Muslim untuk menjaga keseimbangan spiritual. “Kita sering kali terjebak dalam formalitas, tetapi esensi dari agama itu tidak sampai ke dalam jiwa kita. Thariqah mengajarkan kita untuk mengutamakan perilaku sosial yang sejalan dengan ajaran agama, bukan sekadar menjalankan agama pada tataran lahiriah belaka. Tazkiyatun nafs, membersihkan jiwa, adalah langkah pertama menuju pemahaman yang hakiki. Agar hati kita tidak hanya mengikuti syariat, tetapi juga meresap dalam setiap tindakan dan perilaku yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang terhadap sesama”, ujar beliau.
Kemudian, kajian kedua adalah Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada Minggu, 23 Maret 2025 di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Jawa Tengah. Kajian ini bertema “Bersihkan Hati, Raih Berkah di Bulan Suci”.
Pada kesempatan ini, Dr. H. M. Arif Royani, Lc., M.Si., M.Si., seorang cendekiawan Muslim, berbagi wawasan mengenai pentingnya penyucian hati dan meraih keberkahan selama bulan Ramadan. “Ramadan adalah momentum yang penuh berkah, di mana setiap detiknya membawa kesempatan untuk menyucikan hati dan mempererat hubungan kita dengan Allah serta sesama. Selama beribadah, kita harus ingat bahwa mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayyib adalah kewajiban umat Muslim, yang bermanfaat bagi tubuh dan jiwa. Lebih dari itu, kita harus menjaga agar tidak terjerumus pada hal-hal yang bisa merusak dan mengurangi nilai ibadah kita. Marilah kita manfaatkan bulan yang suci ini dengan menjaga ketulusan niat, membersihkan jiwa, dan melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati. Semoga setiap amal yang kita lakukan di bulan ini dapat membawa berkah yang abadi bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat sekitar. ," ujar beliau.
Lihat Juga :