Taiwan Larang Warganya Konsumsi Indomie Soto Banjar Limau Kuit usai Temuan Pestisida

Jum'at, 12 September 2025 - 13:40 WIB
Bagi konsumen di Taiwan, TFDA menegaskan agar Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang sudah telanjur dibeli segera dibuang, termasuk yang diperoleh lewat belanja online maupun perjalanan internasional. Hal ini untuk mencegah akumulasi paparan EtO, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Meskipun dosis yang ditemukan relatif rendah, paparan rutin dalam jangka panjang tetap menjadi perhatian serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkan batas paparan pekerja terhadap EtO hanya 1 ppm per delapan jam, sementara untuk makanan diatur jauh lebih ketat.

"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," imbau Centre for Food Safety (CFS).

Baca Juga: Rasa Indomie Indonesia dan Eropa Berbeda, Mana yang Lebih Enak?

Langkah Lanjutan Taiwan dan Imbauan Publik



Selain menarik seluruh batch produk dari peredaran, TFDA juga mewajibkan agar produk tersebut dikembalikan ke pengirim atau dimusnahkan. CFS Hong Kong turut melakukan investigasi untuk memastikan apakah batch serupa masuk ke pasar mereka.

"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," ujar TFDA.

"CFS sedang menyelidiki apakah produk yang terdampak telah diimpor ke Hong Kong dan sedang menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut," tutup CFS.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!