Taiwan Larang Warganya Konsumsi Indomie Soto Banjar Limau Kuit usai Temuan Pestisida

Jum'at, 12 September 2025 - 13:40 WIB
loading...
Taiwan Larang Warganya...
Pemerintah Taiwan melalui TFDA resmi mengeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak mengonsumsi produk mi instan Indomie varian Soto Banjar Limau Kuit. Foto/TFDA
A A A
JAKARTA - Pemerintah Taiwan melalui Taiwan Food and Drug Administration (TFDA) resmi mengeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak mengonsumsi produk mi instan Indomie varian Soto Banjar Limau Kuit . Langkah ini diambil setelah otoritas menemukan adanya residu pestisida etilen oksida (EtO) pada bumbu bubuk produk tersebut.

Dilansir dari situs resmi TFDA, Jumat (12/9/2025), temuan diumumkan pada 9 September 2025, menyusul laporan keluhan dari konsumen pada awal Agustus.

Baca Juga: Taiwan Temukan Pestisida di Indomie Soto Banjar Limau Kuit

Larangan Konsumsi Mi Instan Indomie di Taiwan



Produk Indomie ini diketahui diimpor oleh Wanchuan Industry Co., Ltd. dengan jumlah mencapai 900 kilogram atau setara 300 karton. Setelah dilakukan uji laboratorium, TFDA menemukan EtO dengan konsentrasi 0,1 mg/kg, melebihi ketentuan Taiwan yang menetapkan batas nol toleransi untuk bahan kimia tersebut.

"Pestisida etilen oksida terdeteksi dalam bungkus bubuk penyedap sebesar 0,1 mg/kg," tulis keterangan pada laporan tersebut.

Mengapa Etilen Oksida Berbahaya?


Etilen oksida (EtO) adalah senyawa kimia berbentuk gas yang biasanya digunakan untuk sterilisasi rempah-rempah, alat medis, hingga kemasan makanan. Meski efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus, zat ini sudah lama diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) karena berpotensi merusak DNA manusia.

Dampak paparan EtO berbeda tergantung durasi dan tingkatannya. Dalam jangka pendek, paparan dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, hingga gangguan pernapasan, serta gejala seperti mual dan pusing. Sementara pada paparan jangka panjang, risiko yang lebih serius muncul, seperti meningkatnya kemungkinan kanker payudara, leukemia, lymphoma, hingga masalah reproduksi.

Baca Juga: Taiwan Tarik Indomie karena Terdeteksi Ada Kandungan Karsinogenik, Begini Penjelasan Ahli Gizi

Perbedaan Standar Taiwan dan Indonesia


Kasus ini menyoroti adanya perbedaan regulasi keamanan pangan antarnegara. Taiwan menerapkan standar sangat ketat dengan larangan total keberadaan EtO dalam makanan, sekecil apa pun kadarnya. Oleh karena itu, meskipun hasil uji hanya menunjukkan 0,1 mg/kg, produk tetap dinyatakan melanggar aturan dan wajib ditarik.

"Menurut standar jumlah yang dapat ditoleransi untuk residu pestisida, etilen oksida tidak boleh terdeteksi dan harus berada di bawah batas kuantitatif 0,1 mg/kg yang ditentukan dalam metode deteksi. Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi," jelasnya.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia masih mengizinkan batas ambang EtO hingga 85 ppm (85.000 ppb) berdasarkan Peraturan BPOM No. 229 Tahun 2022. Artinya, kadar 0,1 mg/kg yang ditemukan di Taiwan masih jauh di bawah ambang batas nasional dan dinilai aman dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Risiko Kesehatan Bagi Konsumen


Bagi konsumen di Taiwan, TFDA menegaskan agar Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang sudah telanjur dibeli segera dibuang, termasuk yang diperoleh lewat belanja online maupun perjalanan internasional. Hal ini untuk mencegah akumulasi paparan EtO, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Meskipun dosis yang ditemukan relatif rendah, paparan rutin dalam jangka panjang tetap menjadi perhatian serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menetapkan batas paparan pekerja terhadap EtO hanya 1 ppm per delapan jam, sementara untuk makanan diatur jauh lebih ketat.

"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," imbau Centre for Food Safety (CFS).

Baca Juga: Rasa Indomie Indonesia dan Eropa Berbeda, Mana yang Lebih Enak?

Langkah Lanjutan Taiwan dan Imbauan Publik


Selain menarik seluruh batch produk dari peredaran, TFDA juga mewajibkan agar produk tersebut dikembalikan ke pengirim atau dimusnahkan. CFS Hong Kong turut melakukan investigasi untuk memastikan apakah batch serupa masuk ke pasar mereka.

"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," ujar TFDA.

"CFS sedang menyelidiki apakah produk yang terdampak telah diimpor ke Hong Kong dan sedang menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut," tutup CFS.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Rekomendasi
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved