Benarkah Daging Kambing Jadi Penyebab Hipertensi? Ini Penjelasan Ahli IPB University

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 18:30 WIB
Total lemak daging kambing juga jauh lebih rendah. Dalam 100 gram, hanya terdapat 2,6 gram lemak, dibanding daging sapi 7,9 gram dan domba 8,1 gram. Lemak jenuhnya pun hanya sekitar 0,79 gram, sedangkan sapi mencapai 3 gram dan domba 2,9 gram.

Kandungan proteinnya berkisar 23–25 gram per 100 gram, setara dengan daging sapi dan domba. Namun dari sisi zat besi, kambing lebih unggul, yaitu 3,2 mg, dibanding sapi (2,9 mg) dan domba (1,4 mg). Daging kambing juga kaya copper, zinc, vitamin B2, dan mineral penting lainnya.

Mitos Daging Kambing Picu Kolesterol Ternyata Salah



Data gizi memperlihatkan bahwa kolesterol daging kambing tergolong moderat dan justru lebih rendah dibanding sapi dan domba. Artinya, klaim bahwa daging kambing jadi biang kolesterol tinggi tidak tepat.

Dengan lemak jenuh yang lebih sedikit dan protein yang tinggi, daging kambing menjadi pilihan yang relatif aman bagi kesehatan jantung. Kandungan zat besinya pun membantu mencegah anemia dan mendukung pembentukan otot serta perbaikan jaringan tubuh.

Mitos bahwa daging kambing memicu hipertensi terbukti tidak didukung riset ilmiah. Kunci kesehatan justru ada pada cara memasak, porsi konsumsi, dan pola makan keseluruhan. Daging kambing bisa menjadi bagian dari diet sehat bila dikonsumsi moderat dan diolah tanpa lemak berlebih.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!