RS Pelni Hadirkan Layanan Staysolation bagi Pasien COVID-19 Tanpa Gejala
Senin, 14 September 2020 - 13:51 WIB
Di Staysolation, pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh RS Pelni. Foto/Dok Sindonews
JAKARTA - Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Angka positive rate atau perbandingan jumlah orang yang positif dengan orang yang dites di Jakarta dalam satu minggu ini sudah mencapai 13,2%.
Seperti disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bahwa kini muncul klaster rumah tangga baru yang dikarenakan adanya ketentuan untuk melakukan isolasi mandiri. Ketidakmampuan masyarakat dalam melakukan isolasi mandiri secara maksimal, serta kurang disiplin dan pengetahuan dalam melakukan isolasi mandiri ini diduga menjadi pemicu tingginya angka klaster di rumah tangga. (Baca Juga: Dampak Pandemi, 83% Tenaga Kesehatan di Indonesia Alami Burnout Syndrome )
Hal ini menjadi landasan Gubernur DKI Jakarta membuat kebijakan baru yaitu pasien-pasien dengan status terkonfirmasi tanpa gejala ataupun gejala ringan harus melakukan isolasi bersama.
Menjawab permasalahan ini, Rumah Sakit Pelni merilis layanan baru yaitu program isolasi yang dilakukan pada beberapa Safe House yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pelni.
"Layanan ini dibuat sebagai wujud kepedulian kami mendukung pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19. Program Safe House yang dinamakan Staysolation ini merupakan program isolasi di lokasi khusus yang nyaman dan aman bagi pasien," kata dr. Didid Winnetouw, MPH, Kepala Divisi Pengembangan PT RS Pelni.
"Di Staysolation, pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh Rumah Sakit PELNI bagi kasus-kasus pasien terkonfirmasi tanpa gejala, yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah namun tak memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit," tambahnya.
Seperti disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bahwa kini muncul klaster rumah tangga baru yang dikarenakan adanya ketentuan untuk melakukan isolasi mandiri. Ketidakmampuan masyarakat dalam melakukan isolasi mandiri secara maksimal, serta kurang disiplin dan pengetahuan dalam melakukan isolasi mandiri ini diduga menjadi pemicu tingginya angka klaster di rumah tangga. (Baca Juga: Dampak Pandemi, 83% Tenaga Kesehatan di Indonesia Alami Burnout Syndrome )
Hal ini menjadi landasan Gubernur DKI Jakarta membuat kebijakan baru yaitu pasien-pasien dengan status terkonfirmasi tanpa gejala ataupun gejala ringan harus melakukan isolasi bersama.
Menjawab permasalahan ini, Rumah Sakit Pelni merilis layanan baru yaitu program isolasi yang dilakukan pada beberapa Safe House yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pelni.
"Layanan ini dibuat sebagai wujud kepedulian kami mendukung pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19. Program Safe House yang dinamakan Staysolation ini merupakan program isolasi di lokasi khusus yang nyaman dan aman bagi pasien," kata dr. Didid Winnetouw, MPH, Kepala Divisi Pengembangan PT RS Pelni.
"Di Staysolation, pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh Rumah Sakit PELNI bagi kasus-kasus pasien terkonfirmasi tanpa gejala, yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah namun tak memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit," tambahnya.
Lihat Juga :