Waspada! Asupan Protein Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Jantung pada Usia di Atas 55 Tahun
Selasa, 25 November 2025 - 07:30 WIB
Asupan protein pada usia 55 ke atas harus dibatasi, karena berisiko sebabkan penyakit jantung. Foto/Vectezy
JAKARTA - Konsumsi protein memang penting manfaatnya bagi tubuh. Protein bisa membantu membangun dan memperbaiki jaringan, mendukung fungsi kekebalan tubuh, dan membuat merasa kenyang setelah makan. Bahkan para atlet direkomendasikan mengonsumi 1,6 hingga 1,8 gram protein per kilogram berat badan tiap harinya.
Namun ternyata manfaat ini perlu diwaspadai bagi yang sudah berusia 55 tahun ke atas. Pasalnya studi baru dari UK Biobank menunjukkan bahwa asupan protein tinggi dapat meningkatkan risiko kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan gagal jantung.
Baca Juga : Espresso atau Kopi Hitam? Ini Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan Energi dan Kesehatan
Dari penelitian tersebut, orang dengan asupan protein tinggi berusia 55 tahun ke atas memiliki risiko 36% lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular. Para ahli menduga, hal ini erat kaitannya dengan metabolisme protein yang menghasilkan senyawa TMAO.
Di mana senyawa ini bisa menumpuk dan merusak pembuluh darah seiring bertambahnya usia. Selain itu, sumber proteinnya juga perlu diperhatikan.
Namun ternyata manfaat ini perlu diwaspadai bagi yang sudah berusia 55 tahun ke atas. Pasalnya studi baru dari UK Biobank menunjukkan bahwa asupan protein tinggi dapat meningkatkan risiko kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan gagal jantung.
Baca Juga : Espresso atau Kopi Hitam? Ini Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan Energi dan Kesehatan
Dari penelitian tersebut, orang dengan asupan protein tinggi berusia 55 tahun ke atas memiliki risiko 36% lebih tinggi mengalami kejadian kardiovaskular. Para ahli menduga, hal ini erat kaitannya dengan metabolisme protein yang menghasilkan senyawa TMAO.
Di mana senyawa ini bisa menumpuk dan merusak pembuluh darah seiring bertambahnya usia. Selain itu, sumber proteinnya juga perlu diperhatikan.
Lihat Juga :