Tapaki 2026, Ade Fitrie Kirana Ingatkan Dampak Konten Negatif pada Mental Anak
Jum'at, 02 Januari 2026 - 08:45 WIB
Memasuki awal tahun, arus informasi di ruang digital kembali meningkat signifikan. Foto/istimewa
JAKARTA - Memasuki awal tahun, arus informasi di ruang digital kembali meningkat signifikan. Beragam konten hiburan, gosip selebritas, hingga konflik personal ramai beredar dan dikonsumsi publik melalui media sosial.
Isu ini disoroti Ade Fitrie Kirana, aktivis sosial yang dikenal konsisten memperjuangkan isu perempuan dan anak. Menurut Ade, awal tahun seharusnya menjadi momentum refleksi untuk menata ulang ekosistem informasi yang setiap hari dikonsumsi generasi muda.
Ade menilai anak-anak dan remaja saat ini tumbuh dalam pusaran informasi tanpa jeda. Paparan konten yang berulang, terutama yang sarat gosip dan konflik, berpotensi membentuk pola pikir yang keliru tentang kehidupan sosial, relasi dan nilai diri.
"Gosip, konflik personal, dan konten yang memancing emosi mungkin terlihat ringan bagi orang dewasa, tapi bagi anak-anak itu bisa membentuk cara pandang yang keliru tentang kehidupan, relasi, dan nilai diri,” kata Ade.
Isu ini disoroti Ade Fitrie Kirana, aktivis sosial yang dikenal konsisten memperjuangkan isu perempuan dan anak. Menurut Ade, awal tahun seharusnya menjadi momentum refleksi untuk menata ulang ekosistem informasi yang setiap hari dikonsumsi generasi muda.
Ade menilai anak-anak dan remaja saat ini tumbuh dalam pusaran informasi tanpa jeda. Paparan konten yang berulang, terutama yang sarat gosip dan konflik, berpotensi membentuk pola pikir yang keliru tentang kehidupan sosial, relasi dan nilai diri.
"Gosip, konflik personal, dan konten yang memancing emosi mungkin terlihat ringan bagi orang dewasa, tapi bagi anak-anak itu bisa membentuk cara pandang yang keliru tentang kehidupan, relasi, dan nilai diri,” kata Ade.
Lihat Juga :