Dokter Ungkap Bahaya Kerja Shift Malam, Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Kamis, 28 Mei 2026 - 07:30 WIB
Ia menjelaskan, berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 36 ribu orang dengan hipertensi, mereka yang bekerja shift malam sebanyak 1 hingga 10 kali per bulan memiliki risiko 14 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan gangguan metabolik dibandingkan orang yang tidak pernah bekerja malam.
Risiko tersebut bahkan meningkat menjadi 19 persen pada orang yang menjalani shift malam lebih dari 10 kali dalam sebulan.
Menurut dr. Adam, kondisi ini terjadi karena kerja malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis alami yang mengatur siklus tidur, hormon, metabolisme, hingga tekanan darah.
“Kerja pada malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian, mempengaruhi kualitas tidur, metabolisme glukosa, dan regulasi tekanan darah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dampak tersebut bukan disebabkan oleh satu atau dua kali begadang, melainkan akibat akumulasi jangka panjang dari pola kerja malam yang terus-menerus.
Risiko tersebut bahkan meningkat menjadi 19 persen pada orang yang menjalani shift malam lebih dari 10 kali dalam sebulan.
Menurut dr. Adam, kondisi ini terjadi karena kerja malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis alami yang mengatur siklus tidur, hormon, metabolisme, hingga tekanan darah.
“Kerja pada malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian, mempengaruhi kualitas tidur, metabolisme glukosa, dan regulasi tekanan darah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dampak tersebut bukan disebabkan oleh satu atau dua kali begadang, melainkan akibat akumulasi jangka panjang dari pola kerja malam yang terus-menerus.
Lihat Juga :