Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:45 WIB
Dalam bidang estetika dan bedah plastik, terapi berbasis stem cell dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan, seperti peremajaan wajah, penanganan alopecia atau kebotakan, hingga penyempurnaan kontur wajah.
Selain itu, terapi ini juga dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam rekonstruksi, termasuk membantu proses penyembuhan jaringan pada kasus luka bakar dan luka kronis. Namun, pemanfaatannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien.
dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L menjelaskan bahwa terapi berbasis stem cell memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan sejumlah terapi perawatan kulit lainnya.
“Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan,” ujar dr. Tasya.
Peluang Pemulihan pada Keluhan Sendi dan Jaringan
Di bidang orthopedi, stem cell dan turunannya digunakan untuk mendukung pemulihan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan jaringan tubuh. Pendekatan ini dinilai membuka peluang bagi pasien tertentu untuk mendapatkan terapi tanpa harus langsung menjalani operasi besar.
dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL mengatakan stem cell dan turunannya memiliki efek regeneratif yang dapat menstimulasi proses pemulihan sel tubuh.
“Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas — mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi, misalnya pada lutut, ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek,” kata dr. Auliya.
Pemanfaatan stem cell dalam bidang orthopedi dan traumatologi disebut telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Dengan adanya standar tersebut, prosedur diharapkan dapat dilakukan secara lebih aman, efektif, dan terukur.
Selain itu, terapi ini juga dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam rekonstruksi, termasuk membantu proses penyembuhan jaringan pada kasus luka bakar dan luka kronis. Namun, pemanfaatannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing pasien.
dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L menjelaskan bahwa terapi berbasis stem cell memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan sejumlah terapi perawatan kulit lainnya.
“Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan,” ujar dr. Tasya.
Peluang Pemulihan pada Keluhan Sendi dan Jaringan
Di bidang orthopedi, stem cell dan turunannya digunakan untuk mendukung pemulihan sejumlah keluhan yang berkaitan dengan jaringan tubuh. Pendekatan ini dinilai membuka peluang bagi pasien tertentu untuk mendapatkan terapi tanpa harus langsung menjalani operasi besar.
dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL mengatakan stem cell dan turunannya memiliki efek regeneratif yang dapat menstimulasi proses pemulihan sel tubuh.
“Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas — mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi, misalnya pada lutut, ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek,” kata dr. Auliya.
Pemanfaatan stem cell dalam bidang orthopedi dan traumatologi disebut telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Dengan adanya standar tersebut, prosedur diharapkan dapat dilakukan secara lebih aman, efektif, dan terukur.
Lihat Juga :