Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Jum'at, 26 Juni 2026 - 14:28 WIB
Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki kekayaan tradisi jamu yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mengingat jamu berbahan dasar herbal, minuman tradisional ini secara alami mengandung peptides yang sangat baik bagi tubuh.
Dibantu dengan berbagai masukan dari dokter, chef serta par pakar nutrisi, maka Longevity Food bisa saja menjadi tren baru dalam penerapan gaya hidup sehat. “Ditambah lagi dengan kita orang Indonesia, dari dulu kita senang banget minum jamu dan padahal dalam jamu itu karena isinya herbal, di situ tuh juga ada peptides-nya,” tambah dia.
Lebih lanjut, Dr. Wei juga menyoroti bahwa pola hidup sehat hanya bisa diterapkan jika ada motivasi dan keinginan diri sendiri. Bahkan saran dari dokter saja tidak cukup untuk membuat seseorang secara konsisten menerapkan gaya hidup sehat.
“Jadi kalau memang kalau cuma dokter yang ngomong mungkin dia cuma oke-oke saja pas di klinik. Tapi justru consumer-nya itu harus juga dengerin dari maybe their favorite chef, dari nutritionist-nutritionist, jadi consumer-nya itu bisa tahu gimana sih cara masak yang enak dan asik,” papar Dr. Wei.
Cara tersebut bisa menjadi alternatif masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat salah satunya melalui Longevity Food. Dengan seperti itu mungkin consumer-nya jadi bisa lebih enjoy dalam makan makanan yang sehat karena dia emang tahu itu sudah sehat, enak dan asik,” pungkas dia.
Dibantu dengan berbagai masukan dari dokter, chef serta par pakar nutrisi, maka Longevity Food bisa saja menjadi tren baru dalam penerapan gaya hidup sehat. “Ditambah lagi dengan kita orang Indonesia, dari dulu kita senang banget minum jamu dan padahal dalam jamu itu karena isinya herbal, di situ tuh juga ada peptides-nya,” tambah dia.
Lebih lanjut, Dr. Wei juga menyoroti bahwa pola hidup sehat hanya bisa diterapkan jika ada motivasi dan keinginan diri sendiri. Bahkan saran dari dokter saja tidak cukup untuk membuat seseorang secara konsisten menerapkan gaya hidup sehat.
“Jadi kalau memang kalau cuma dokter yang ngomong mungkin dia cuma oke-oke saja pas di klinik. Tapi justru consumer-nya itu harus juga dengerin dari maybe their favorite chef, dari nutritionist-nutritionist, jadi consumer-nya itu bisa tahu gimana sih cara masak yang enak dan asik,” papar Dr. Wei.
Cara tersebut bisa menjadi alternatif masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat salah satunya melalui Longevity Food. Dengan seperti itu mungkin consumer-nya jadi bisa lebih enjoy dalam makan makanan yang sehat karena dia emang tahu itu sudah sehat, enak dan asik,” pungkas dia.
(wur)
Lihat Juga :