Hukum Bisnis Kian Relevan di Era AI dan Ekonomi Digital
Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:30 WIB
Dalam sesi keynote, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan regulasi dalam menghadapi perubahan global. Hukum dinilai perlu berkembang secara adaptif agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Program Magister Hukum Bisnis ini dirancang dengan fokus pada hukum perdagangan internasional, serta diperkuat pemahaman mengenai cyber law, ICT law, dan digital forensics. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami persoalan hukum yang berkaitan dengan transaksi digital, keamanan siber, perlindungan data, perdagangan global, hingga penyelesaian sengketa berbasis teknologi.
Tidak hanya ditujukan bagi lulusan hukum, program ini juga terbuka untuk lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini memberikan ruang bagi profesional dari bidang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun sektor lain untuk memperdalam pemahaman hukum yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja.
Selain itu, model pembelajaran hybrid learning diterapkan untuk mendukung fleksibilitas mahasiswa, terutama bagi para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas karier. Durasi studi 18 bulan juga dirancang agar proses belajar berlangsung lebih efisien.
Rangkaian peluncuran turut menghadirkan talkshow bertema Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade. Diskusi ini mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi untuk membahas perkembangan cyber law, litigasi modern, penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum dalam ekosistem digital dan platform teknologi.
Program Magister Hukum Bisnis ini dirancang dengan fokus pada hukum perdagangan internasional, serta diperkuat pemahaman mengenai cyber law, ICT law, dan digital forensics. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami persoalan hukum yang berkaitan dengan transaksi digital, keamanan siber, perlindungan data, perdagangan global, hingga penyelesaian sengketa berbasis teknologi.
Tidak hanya ditujukan bagi lulusan hukum, program ini juga terbuka untuk lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini memberikan ruang bagi profesional dari bidang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun sektor lain untuk memperdalam pemahaman hukum yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja.
Selain itu, model pembelajaran hybrid learning diterapkan untuk mendukung fleksibilitas mahasiswa, terutama bagi para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas karier. Durasi studi 18 bulan juga dirancang agar proses belajar berlangsung lebih efisien.
Rangkaian peluncuran turut menghadirkan talkshow bertema Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade. Diskusi ini mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi untuk membahas perkembangan cyber law, litigasi modern, penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum dalam ekosistem digital dan platform teknologi.
Lihat Juga :