Susut dan Limbah Pangan Turut Pengaruhi Kualitas Gizi Masyarakat

Selasa, 29 September 2020 - 03:13 WIB
Lebih lanjut, Ravi mengatakan, berbagi pengetahuan dan pembelajaran tentang susut hasil pascapanen serta upaya pengurangannya dipandang efektif untuk perbaikan gizi masyarakat dan menata sistem pangan agar lebih baik, khususnya di bidang perikanan.

Pada kesempatan yang sama, penasihat JP2GI, Hasanudin Yasni mengatakan, GAIN bersama JP2GI terus mendorong praktik baik UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk mengurangi susut hasil dan limbah pangan dengan cara melakukan berbagai langkah efisiensi, mengubah pola pemasaran ke sistem digital, melakukan inovasi produk, dan menambah fasilitas pendingin khusus untuk industri perikanan.

Menurut Hasanuddin, UMKM saat ini memerlukan bantuan kendaraan berpendingin di dalam distribusi produknya. Pemesanan online di masa pandemi menjadi marak, tetapi daya beli sangat terbatas.

(Baca juga: Rapid Test, Swab, atau TCM Covid-19, Ini Perbedaannya )

"Pemesanan online yang dilakukan supermarket besar belum banyak dan dibatasi dengan jarak dan waktu tempuh untuk distribusi frozen food tersebut. Layaknya seperti taxi online yang mendapat pembiayaan mudah, motor pendingin (reefer mini vehicle) juga seharusnya menjadi prioritas ke depan," ucap Hasanuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!