BTS Mendadak Miliarder

Rabu, 30 September 2020 - 06:02 WIB
IPO tersebut diperkirakan akan meraih USD820 juta (Rp12,2 triliun) dengan menjual 7,13 juta saham baru. Di tengah likuiditas pasar, banyak analis memprediksi pendapatan dari investor ritel bisa mencapai 100 triliun won. Itu akan menjadi IPO paling sukses dalam sejarah Korsel. Itu akan menjadi IPO Korsel terbesar sejak Celltrion HealthCare yang meraih 1 triliun won (Rp12,7 triliun) pada 2017.

Nilai kapitalisasi Big Hit mencapai 4,8 triliun won (Rp61 triliun) dan akan terus naik setelah IPO. Big Hit pun menjadi manajemen label terbesar di Korsel. Itu karena kapitalisasi pasar Big Hit itu lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar gabungan dari tiga agensi manajemen terbesar Korea Selatan, yakni JYP Entertainment, YG Entertainment, dan SM Entertainment.

“Big Hit bisa diklasifikasikan sebagai perusahaan ekspor global,” kata analis Yuanta Securities Korea Park Sung-ho, dilansir Reuters. “Bukan hanya membuktikan mereka menggunakan YouTube dan media sosial untuk melakukan infiltrasi pasar, tetapi mereka juga memiliki platform fandom Weverse yang memberikan kontrol besar terhadap pendapatan bagi label,” paparnya. (Baca juga: LIPI Angkat Suara Soal Temuan Potensi Suami 20 Meter di Indonesia)

Analis di KTB Investment and Securities Nam Hyo-Ji mengatakan, penjualan saham Big Hit Entertainment berpotensi laris setelah listing karena banyak likuiditas di pasar saat ini. “Maka itu, sekarang kembali lagi pada kinerja Big Hit. Tapi, kurangnya konser fisik karena Covid-19 kemungkinan bisa berdampak negatif,” tuturnya.

Bank Sentral Korsel mengawasi dengan ketat penjualan besar-besaran saham tersebut yang dikhawatirkan akan mengganggu pasar finansial. Big Hit diperkirakan akan bergabung dalam Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) pada 15 Oktober lalu.

The Korea Herald melaporkan, para penggemar BTS juga bisa membeli saham Big Hit sehingga bukan hanya investor berskala besar. Para penggemar BTS yang berada di luar Korsel juga bisa membeli saham tersebut melakukan perusahaan sekuritas. Apalagi, tidak ada batasan usia untuk pembeli IPO saham Big Hit tersebut.

Investasi saham Big Hit dinilai merupakan pilihan investasi yang atraktif. Penjualan album BTS pada semester awal tahun ini juga melampaui penjualan perusahaan hiburan Korsel lainnya. Big Hit dilaporkan mendapatkan USD42,4 juta untuk keuntungan pertama pada pertengahan 2020. Itu dikarenakan mereka bisa melaksanakan konser online dan penjualan pernak-pernik melalui aplikasi Weverse. Hal itu membuktikan mereka bisa sukses di tengah pembatalan banyak konser karena pandemi korona. (Baca juga: Fahri Hamzah Dorong Fadli Zon Ungkap Sejarah komunis dan PKI)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!