Indonesia Akhirnya Punya Dua Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir

Minggu, 04 Oktober 2020 - 02:02 WIB
Dalam sambutannya, Menkes menyampaikan apresiasinya atas dikukuhkannya dua apoteker spesialis farmasi nuklir tersebut. "Ini akan menjadi awal yang baik untuk mendorong perubahan apoteker spesialis yang akan berkontribusi pada pembangunan kesehatan di Indonesia," kata Terawan melalui virtual conference Zoom.

Diakui, kedokteran nuklir di Indonesia terus berkembang pesat. Sejalan dengan itu, dibutuhkan apoteker yang dapat mendukung kerja kedokteran nuklir terutama untuk menyediakan sediaan-sediaan berbasis farmasi nuklir. "Selama ini, kebutuhan apoteker farmasi nuklir diisi oleh apoteker umum yang diberi pelatihan khusus," Menkes Terawan.

Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir ini merupakan apoteker yang kompetensinya khusus melakukan pelayanan kefarmasian di instalasi kedokteran nuklir di rumah sakit. Keberadaannya ini akan memperkuat pelayanan kesehatan di bidang kedokteran nuklir dalam koridor interprofessional collaboration (IPC) bersama dokter spesialis kedokteran nuklir.

"Secara khusus dalam pengembangan apoteker spesialis, perlu diperhatikan akseptabilitas dan dukungan dari rekan sejawat dokter spesialis yang akan menjadi mitra secara IPC. Ini perlu untuk menjamin para apoteker spesialis mendapatkan hak yang memadai," ujar Prof. Keri Lestari di acara webinar.

Prof. Keri menambahkan, kepentingan pengembangan profesi apoteker menjadi Apoteker Spesialis Farmasi Nuklir ini mengadopsi sistem yang yang dikembangkan FIP (International Pharmaceutical Federation). "Ini dilakukan agar ketika pengembangan ini dilakukan di Indonesia, maka pengembangan ini bisa diakui secara global," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!