Tetap Jaga Protokol Kesehatan di Masa PSBB Transisi

Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:45 WIB
Kampanye disiplin 3 M di pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews
JAKARTA - Saat ini kita memasuki masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi . Namun, jangan sampai pelonggaran ini mengendurkan kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan yang berlaku.

Terhitung Senin (12/10), Jakarta mulai memberlakukan PSBB masa transisi. Beberapa ruang publik pun mulai dibuka dan siap menyambut masyarakat, sebut saja gelanggang olahraga, tempat ibadah, restoran. Meski begitu, protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Dr dr Erlina Burhan SpP, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, menegaskan, kebiasaan yang sudah dijalankan sebelumnya harus terus dilakukan. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan mempersulit Diri!)



Jika tidak, jumlah penderita Covid-19 akan bertambah, sementara rumah sakit tidak sanggup lagi menampung pasien yang membeludak. “Pertama adalah disiplin PSBB, antara lain tidak bepergian, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hidup bersih dan sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh," beber dr Erlina.

Guna menjaga imunitas tubuh, dia menyarankan makan makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, kelola stres, dan minum vitamin. "Untuk yang tidak begitu yakin apakah makanan yang dikonsumsi sudah cukup mengandung vitamin, mereka bisa melengkapinya dengan mengonsumsi produk vitamin atau suplemen," ucap dia.

Dr Erlina mengatakan, ada beberapa langkah pencegahan persebaran yang bisa dilakukan. Di tempat kerja, misalnya, pastikan tempat kerja bersih dan berventilasi baik, gunakan masker, terapkan etika batuk dan bersin, sediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, kurangi menyentuh peralatan bersama, jaga jarak minimal 1 meter, edukasi tanda dan gejala serta higienitas respirasi kepada pekerja, dan jika sakit, bekerja dari rumah dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk.

Dia juga menyarankan untuk tidak makan di tempat jika ke restoran, tetapi dibawa pulang. Pada masa ini, masyarakat sebetulnya lebih perhatian dengan pola makan sehat. Ini terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan market research agency Kantar pada Maret 2020. Ternyata terdapat perubahan gaya hidup pada masyarakat Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Di antaranya, masyarakat mulai mencoba mengonsumsi menu makanan sehat (90%), menguji resep makanan baru (61%), pada saat bersamaan mengonsumsi snack harian lebih tinggi dari biasanya (41%). (Baca: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!