Hati-Hati, Covid-19 Juga Serang Hati

Rabu, 11 November 2020 - 10:42 WIB
Berangkat dari hal ini, Kalbe mengadakan edukasi kesehatan guna meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai penyakit hepatitis pada era new normal agar mereka dapat mencegah dan menangani gejala penyakit hepatitis.

Lebih jauh, penyakit hati umumnya muncul tanpa gejala, seperti hepatitis B. Mengingat hati adalah organ yang cukup kuat. Bahkan sekalipun sudah kanker hati penderita mungkin tidak menunjukkan gejala yang berarti.

"Kalau sudah sampai tahap ini terdiagnosisnya, bisa saja enam bulan kemudian pasien sudah meninggal. Perjalanan penyakit hingga terjadinya kanker hati ini bisa berlangsung 20 tahun," kata dr Irsan.

Pada 2015, sekitar 257 juta orang di dunia terkena hepatitis B kronik (berlangsung lebih dari enam bulan) dan menyebabkan 887.000 kematian. Penularannya lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B. Kalau sudah terdiagnosis hepatitis B, maka perlu dikaji dulu apakah perlu dilakukan pengobatan. Kalau ada kerusakan hati, terapi perlu diberikan. Namun kalau tidak ada, maka tidak perlu. Cukup monitoring kondisi pasien. Berbeda perlakuannya dengan hepatitis C. (Lihat videonya: Waspada Angka Kejahatan Selama Pandemi Naik)

"Kalau ditemukan virus, bagaimanapun kondisi pasien harus diobati," ujar dr Irsan. Perlu diketahui, obat diberikan bukan untuk menghilangkan melainkan menekan virus. Virus bisa saja hilang di dalam darah, tapi tidak di hati. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!