Napas Pertama Bayi Jadi Penentu Keselamatan
Sabtu, 05 Desember 2020 - 07:57 WIB
Para peneliti berpikir bahwa aktivasi sistem pendukung saat lahir memberikan faktor keamanan ekstra dalam periode kritis. Bagaimana tidak, seorang bayi harus bernapas setelah sembilan bulan dalam rahim seorang ibu yang dikelilingi oleh air. (Baca juga: Orang Buta di Mata Imam Ahmad Bin Hanbal)
Temuan ini membantu para peneliti dalam memahami bagaimana transisi pernapasan dari keadaan rapuh yang rentan merusak otak. Termasuk potensi mematikan di awal perkembangan ke sistem fisiologis. Perkembangan yang stabil dan kuat dengan sempurna memasok tubuh dengan oksigen selama sisa hidup kita.
Sebelum bayi lahir, pernapasan tidak diperlukan dan gerakan pernapasan hanya terjadi sebentar-sebentar. Transisi yang terjadi setelah bayi lahir bisa menjadi waktu yang sangat rentan.
Bayliss dan rekan-rekannya di UVA juga bekerja dengan para peneliti di Universitas Alberta dan Universitas Harvard. Mereka menemukan bahwa gen tertentu diaktifkan segera saat lahir dalam sekelompok neuron yang mengatur pernapasan secara selektif pada tikus. Gen ini menghasilkan neurotransmiter peptida, rantai asam amino yang menyampaikan informasi antarneuron.
Begitu juga dengan bayi saat terlahir ke dunia memunculkan pemancar yang disebut PACAP. Pemancar ini mulai aktif saat bayi melakukan napas pertamanya. (Baca juga: Saat Pandemi, Cek kesehatan Bisa Dilakukan dari Rumah)
Para ilmuwan menentukan bahwa menekan peptida pada tikus menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan frekuensi apnea, yang memiliki potensi bahaya saat bernapas. Apnea ini semakin meningkat dengan perubahan suhu lingkungan.
Temuan ini membantu para peneliti dalam memahami bagaimana transisi pernapasan dari keadaan rapuh yang rentan merusak otak. Termasuk potensi mematikan di awal perkembangan ke sistem fisiologis. Perkembangan yang stabil dan kuat dengan sempurna memasok tubuh dengan oksigen selama sisa hidup kita.
Sebelum bayi lahir, pernapasan tidak diperlukan dan gerakan pernapasan hanya terjadi sebentar-sebentar. Transisi yang terjadi setelah bayi lahir bisa menjadi waktu yang sangat rentan.
Bayliss dan rekan-rekannya di UVA juga bekerja dengan para peneliti di Universitas Alberta dan Universitas Harvard. Mereka menemukan bahwa gen tertentu diaktifkan segera saat lahir dalam sekelompok neuron yang mengatur pernapasan secara selektif pada tikus. Gen ini menghasilkan neurotransmiter peptida, rantai asam amino yang menyampaikan informasi antarneuron.
Begitu juga dengan bayi saat terlahir ke dunia memunculkan pemancar yang disebut PACAP. Pemancar ini mulai aktif saat bayi melakukan napas pertamanya. (Baca juga: Saat Pandemi, Cek kesehatan Bisa Dilakukan dari Rumah)
Para ilmuwan menentukan bahwa menekan peptida pada tikus menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan frekuensi apnea, yang memiliki potensi bahaya saat bernapas. Apnea ini semakin meningkat dengan perubahan suhu lingkungan.
Lihat Juga :